Dampak Positif dan Negatif Tidur Siang Hari - Male Indonesia
Dampak Positif dan Negatif Tidur Siang Hari
MALE ID | Sex & Health

Dampak positif dan negatif tidur siang muncul dalam studi demi studi. “Ada dua sistem biologis yang menyebabkan kantuk setiap hari,” kata Sara Mednick, profesor ilmu kognitif di University of California di Irvine.

Male IndonesiaPhoto:Pexels.com

Sistem pertama adalah sirkadian. Sistem ini meminta Anda tetap terjaga saat lampu padam dan tidur saat hari gelap. Itu menyebabkan hormon kortisol mulai menurun dari pagi sampai siang hari, dan suhu inti tubuh Anda sedikit menurun sehingga kehilangan panas tubuh yang membuat Anda mudah mengantuk.

Yang kedua adalah homeostatis. Semakin lama Anda terjaga akan meningkatkan rasa mengantuk Anda. Akibatnya, kebutuhan tidur Anda semakin meningkat. Maka pada tengah hari, untuk mengusir rasa lelah, tidur beberapa menit adalah solusinya.

Dampak positifnya, menurut Mednick, ini akan membuat suasana hati Anda menjadi lebih baik, meningkatkan kreativitas Anda, pemrosesan persepsi Anda, dan pemrosesan memori Anda.

Tidur siang, kata dia, dapat meningkatkan dan memulihkan kekuatan otak. Balita yang tidur siang mengekspresikan lebih banyak kegembiraan. Orang dewasa yang tidur siang dapat menahan rasa frustrasi lebih lama dan tidak terlalu impulsif.

Tidur siang juga dapat membantu melindungi orang tua dari penurunan kognitif dan demensia. Olahragawan menggunakan tidur siang untuk meningkatkan daya tahan. Orang yang tidur siang sekali atau dua kali seminggu memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular.

Namun, menurut Mednick dilansir dari theage.com, tidak semua orang terpengaruh oleh proses ini. Karena tidak semua orang bisa atau menyerah pada keinginan tidur siang.

Dampak Negatif

“Tidur siang cenderung seperti pedang bermata dua. Jika Anda tidur di siang hari, Anda akan kurang tidur di malam hari. Membutuhkan tidur siang adalah cerminan bahwa tubuh Anda belum tercukupi waktu tidur di malam hari,” kata Lawrence Epstein, mantan presiden American Academy of Sleep Medicine dan direktur klinis untuk pengobatan tidur di Rumah Sakit Boston's Brigham and Women's.

 
 
Epstein menjelaskan, kehilangan waktu tidur akan memengaruhi kinerja, konsentrasi, suasana hati. Ini juga memengaruhi proses fisiologis yang terlibat dalam menjaga kesehatan yang baik, yang berkaitan dengan obesitas, hipertensi, dan penyakit jantung.

Stres, sakit, mimpi buruk, atau kebutuhan begadang untuk menyelesaikan pekerjaan, penyebab yang sering mengganggu istirahat malam, yang berarti orang-orang tersebut lebih cenderung perlu tidur siang. Dalam hal ini, kantuk di siang hari bisa menjadi gejala dari kondisi adanya gangguan tidur malam hari.

Namun banyak pula orang yang tidak bisa mentolerir tidur siang dan merasa grogi saat bangun tidur. Tidur siang membuat mereka sulit untuk kembali ke dunia nyata. Selain itu, tidur siang bagi banyak orang juga bisa mengganggu waktu tidur malam. Atau mungkin mereka mungkin menderita insomnia yang lebih parah dan kebiasaan tidur yang buruk.

“Jika Anda sudah merasa tidur nyenyak di malam hari dan kemudian tidur di siang hari, ini berarti penanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres,” kata Dr Sutapa Mukherjee, seorang ahli kesehatan pernapasan dan tidur di Flinders University, Adelaide, South Australia.

Dalam situasi itu, menurut dia, ada kondisi medis yang mendasari, atau masalah kesehatan mental, yang bisa menjadi faktor penyebabnya. Misalnya, jika Anda sering tidur siang tanpa disengaja, katakanlah tiba-tiba tertidur di meja makan, maka sebaiknya Anda periksakan diri ke dokter atau spesialis tidur.

SHARE