Helena Cho, Jalin Hubungan FWB Juga Butuh Feel - Male Indonesia
Helena Cho, Jalin Hubungan FWB Juga Butuh Feel
MALE ID | Women Chat

Tak ingin terpapar COVID-19, model Helena Cho mengaku mengurangi aktivitas photoshoot selama pandemi ini. Padahal, ia memiliki jadwal yang cukup intens baik di dalam maupun luar negeri jika pandemi ini tidak terjadi. Hampir setiap bulannya ia bisa saja terbang ke luar negeri untuk memenuhi sesi pemotretan. Seperti di Malaysia, Singapura, Vietnam, maupun Dubai.

Photo: Helena Cho/Doc. Pribadi

Helena Cho menuturkan, lebih baik berhenti sejenak untuk tetap menjaga kesehatan. "Aku pikir lebih baik kita safe dululah ya, daripada nanti kita kenapa-kenapa, kena penyakit, terus malah ngeluarin uang lebih banyak," ujarnya.

Ditemui di Kawasan Bintaro, Tangerang, Banten, banyak hal yang diceritakan Helena Cho. Mulai dari awal karier sebagai model hingga menjalin hubungan FWB (Friends With Benefits) sebagai bagian dari kisah cintanya. 

Berangkat dari Lomba
Cerita dimulai saat duduk di bangku Sekolah Menangan Atas (SMA). Saat itu Helena Cho kerap mengikuti lomba modeling. Ia tidak menyangka jika dirinya bisa sering menang dalam ajang itu. Padahal, ia mengaku untuk selfie saja bisa dihitung dengan jari.


Photo: Helena Cho/Doc. Pribadi

Setelah mengikuti beberapa ajang lomba modeling, Helena Cho juga bercerita sempat mengikuti lomba modeling di salah satu majalah remaja di Bandung. "Dulu itu ada majalah 'putih-abu' gitu, untuk anak-anak SMA gitu majalahnya," ucapnya.

Singkat cerita, ketika masuk di dunia perkuliahan, ia bertemu dengan teman sebangkunya saat masih SMA. "Kita ini beda kampus dulu, teman aku ternyata ikut komunitas fotografi gitu. Dan dia ngajak aku buat jadi modelnya," cerita model seksi asal Bandung, Jawa Barat itu.

"Aku kan jarang banget selfie ya, jadi awalnya aku nolak, tapi setelah dibujuk-bujuk, akhirnya aku terima tawarannya untuk jadi model foto teman aku," kata Helena Cho.

Setelah melihat hasil fotonya, Helena mengaku puas dan tak menyangka akan sebagus itu. Akhirnya ia pun sering diajak hunting foto bareng fotografer teman SMA-nya itu. Hingga akhirnya Helana ditawari agensi model untuk gabung. "Di sana aku sempet sekolah modeling, kurang lebih 10 bulan-an," ujar mahasiswi lulusan IT itu.

Motivasi Sebagai Model
Motiviasi Helena Cho hingga sekarang masih aktif sebagai foto model terbilang sederhana, awalnya karena melihat hasil foto yang bagus lalu menjadi passion hingga sekarang. "Ketika kita ngelihat hasilnya bagus, itu kita jadi pengen lagi, pengen lagi dan lagi, pengen bikin (foto) konsep yang lain, bikin konsep yang baru lagi," terang Helena.


Photo: Helena Cho/Doc. Pribadi

"Atau misalnya beli baju, beli kostum baru, terus kita pengen coba foto pake itu, jadi basically kayak I like to feel good aja sih. Jadi pas lagi photoshoot itu kan kita pakai misalnya pakai kostum lingerie atau pakai dress yang bagus, terus makeup-nya yang bagus, kita jadi PD gitu," tambahnya.

Ya, menjadi foto model memang tidak mudah. Selalu ada pro-kontrak di dalamnya. Helena Cho salah satu model yang mengalami ini. Kendati dari orang tua sendiri tidak ada larangan menjadi model, justru larangan itu datang dari orang tua (mantan) kekasih Helana. 

"Jadi dulu pas awal-awal itu, orang tuanya pacar itu nganggepnya model itu kayak dunianya tuh narkoba, freesex kayak gitu-gitukan, padahalkan nggak semuanya kayak gitu. Terus dia (pacar) nyuruh aku nggak usah deh foto-foto, apalagi foto-foto seksi gitu. Ya enggak bisa dong, enggak bisa kayak gitu, Emang lu siapa. Terus pacar aku yang udah jadi mantan ini tuh kasih aku pilihan, milih dia apa modeling. Oh ya udah kita putus aja gitu," cerita Helena.

FWB tidak Sekadar Urusan Ranjang
Istilah FWB atau Friends With Benefits semakin sering terdengar. FWB sendiri adalah hubungan pertemanan yang umumnya melakukan hubungan seks tanpa melibatkan perasaan di dalamnya, dan bertujuan untuk saling menguntungkan. Hubungan FWB ini bersifat tidak mengikat dan kebanyakan tidak memiliki aturan yang pasti.


Photo: Helena Cho/Doc. Pribadi

Pasangan friendzone yang menjalani FWB saling membutuhkan, khususnya untuk urusan ranjang. Selain itu, ketidakpuasan dalam seks bersama pasangan juga dapat memicu seseorang punya hubungan FWB.

Fenomena FWB paling sering terjadi pada golongan remaja atau dewasa muda yang masih aktif mengeksplorasi seksualitasnya. Mereka yang menjalani hubungan teman tapi mesra ini pun harus bisa memisahkan antara cinta dan seks yang mungkin akan sulit bagi sebagian orang.

Menanggapi fenomena ini, Helena Cho punya pandangan dan cerita sendiri. Pasalnya ia juga sempat menjalin hubungan FWB yang terbilang cukup lama. "Banyak yang ngajakin FWB-an. Aku pernah sama mantan FWB-an. Terus sama orang baru kenalan dari aplikasi datting juga," ungkapnya.

Namun, baginya urusan FWB bukan sekadar urusan ranjang. Perlu ada rasa suka di dalamnya, baik itu dari segi fisik atau manner. "Having sex juga perlu feeling ya, kalau kita having sex enggak ada feeling, mending open BO aja. Feeling itu perlu buat kita merasa enak kalau kita lagi berhubungan intim sama dia," ucap Helena sambil tertawa. 

Aku sebenernya gak masalah sama status FWB, tapi aku juga perlu suka sama orangnya. Malah aku pacaran serius berangkat dari FWB-an dulu, pas serius pacaran sampe dua tahun ngejalaninnya," tambahnya.


Photo: Helena Cho/Doc. Pribadi

Menjalani FWB juga, kata dia, perlu pendekatan. Tapi memang tidak perlu lama, yang terpenting ada kejelasan di awal. Baik wanita atau pria harus berani mengungkapkan tujuan pendekatannya mau di bawa kemana. Apakah FWB atau berkomitmen (pacaran). "Jangan sampe tiba-tiba ngilang gitu aja. Aku paling sebel sama yang kayak gitu. Kalau FWB bilang, kalau pacaran bilang, biar jelas," kata Helena.

Selain itu, Helena juga menuturkan, ia sempat menjalani FWB kurang lebih delapan tahun lamanya. Yang terpenting bisa jaga privasi satu sama lain yang akhirnya bisa terjadi perselisihan antara pasangan resmi masing-masing. "FWB itu kan perlu ada Benefit, bukan sekadar urusan seks. Benefit di sini bukan sekadar materi, tapi juga perhatian, kemanan, rasa nyaman, dan kebahagian," terang Helena.

Menurutnya, saat menjelani FWB, simpati dan empati juga perlu. Karena wanita perlu dua hal itu selain seksual dan materi. Rasa kasih sayang itu perlu dalam hubungan FWB. "Misalnya pas wanita lagi butuh curhat, ya bersimpati sedikit. Atau misalnya kaya aku lagi berkabung, jangan kontek dulu, jangan ngajak ketemuan dulu. Atau kalau mau tunjukin rasa simpati basa-basi," jelas Helena.

Diakuinya, kini ia tidak ingin lagi terlibat dalam hubungan FWB. Helena ingin status yang jelas untuk jangka panjang. Ketika ditanya tipe pria yang bisa mengambil hatinya, Helena dengan santai mengatakan, cukup pria yang bertanggung jawab dan memiliki pekerjaan. "Yang penting enggak pengangguran banget," tandasnya.

SHARE