Cashless dan Masa Depan Transportasi Umum - Male Indonesia
Cashless dan Masa Depan Transportasi Umum
MALE ID | Works

Selama lebih dari 150 tahun, transportasi umum lokal dan jarak jauh telah menjadi bagian integral dari infrastruktur hampir di setiap negara di dunia. Didorong oleh industrialisasi dan berbagai inovasi teknis, kereta, trem, dan bus yang semakin canggih menciptakan jaringan virtual yang menghubungkan semua bagian pusat kota dengan daerah perkotaan di pinggiran kota. 

Photo by mentatdgt from Pexels

Kota-kota besar akan runtuh tanpa kereta tanah dan bus, karena semakin banyak orang bergantung pada metode transportasi yang aman, cepat, dan andal ini. Untuk memastikan bahwa efisiensi sistem transportasi umum dipertahankan di masa depan, terdapat inovasi yang muncul di luar infrastruktur fisik aktual dari sistem ini, termasuk mengenai gaya pembayaran baru, khususnya, tiket elektronik dan seluler dalam hal ini adalah cashless.

Di banyak belahan dunia, masa depan transportasi umum telah menjadi kenyataan. Kota-kota seperti New York, London dan Tokyo memimpin dengan jenis baru tiket digital atau cashless. Siapa pun yang naik bus atau kereta api di kota-kota ini dapat menggesek kartu kredit atau aplikasi pembayaran di ponsel mereka melalui sensor yang sesuai di stasiun atau di bus. Menunggu di depan mesin tiket tidak lagi diperlukan, juga tidak perlu mencari-cari uang receh.

Tiket kertas, serta tiket perjalanan milik operator jaringan, menjadi bagian dari masa lalu. Yang perlu dibawa penumpang hanyalah kartu kredit atau smartphone. Dan operator perjalanan juga diuntungkan. Mereka dapat mengerahkan staf mereka dengan lebih efisien dan menjamin pelanggan mereka mendapatkan harga terbaik tanpa perlu memperbarui atau mengubah daftar harga tiket.

Mass Transit Transaction adalah nama proses yang memungkinkan penumpang bergerak cepat melalui gaya putar tiket dan mengelola pembayaran dengan cepat, yang jelas memiliki keuntungan tidak hanya bagi pelanggan, tetapi juga bagi perusahaan perjalanan. Pada dasarnya ada dua pendekatan berbeda untuk menyiapkan infrastruktur tiket elektronik dan seluler.

Dalam laman Mobilepaymentstoday, perusahaan memproses pembayaran baik dalam loop tertutup (close loop) atau loop terbuka (open loop). Dalam putaran tertutup, penumpang dapat membayar dalam sistem berpemilik. Dalam kebanyakan kasus, mereka menerima kartu pintar seukuran kartu kredit di mana mereka dapat menambahkan uang untuk pembayaran.

Kerugian dari metode loop tertutup (close loop) jelas, jumlah uang tetap ada di kartu dan hanya dapat digunakan untuk tujuan yang dimaksudkan. Selain itu, penumpang harus ingat untuk sering menambahkan uang ke kartu mereka, dan operator harus mengurus penerbitan kartu dan manajemen pembayaran yang sedang berjalan.

Dalam open loop, penumpang cukup menggunakan kartu kredit atau debit, ponsel cerdas, atau perangkat seluler lain dengan fungsi pembayaran, seperti perangkat yang dapat dikenakan, dalam hal ini adalah dompet digital. Tidak perlu lagi membawa kartu lain, yang mungkin mereka lupa bawa atau hilang. Yang harus mereka lakukan hanyalah mengetuk kartu atau perangkat mereka pada sensor yang sesuai. 

Berkat Komunikasi Nirkabel Jarak Dekat, hal ini dilakukan dengan cepat, dan tidak ada waktu tunggu tambahan di mesin tiket. Sistem menangkap stasiun tempat pelanggan memulai perjalanannya saat dia mengetuk kartu atau perangkat pada sensor. Di stasiun tujuan, ia mengetuk kartunya lagi pada sensor yang sesuai, dan sistem menghitung tarifnya.

Metode di balik sistem ini disebut Pay-as-You-Go, namun, ini memungkinkan Anda melangkah lebih jauh dari yang Anda kira. Jika pelanggan melakukan perjalanan beberapa rute dalam satu hari dan harga total tiket individu melebihi harga tiket harian, ia hanya membayar jumlah yang lebih rendah.

Selama pemrosesan di penghujung hari, sistem secara otomatis memilih opsi terbaik. Demikian pula, penumpang tidak dapat melebihi jumlah pembayaran tiket bulanan selama satu bulan. Hal ini menghasilkan peningkatan kenyamanan dan waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya, belum lagi potensi penghematan dan fleksibilitas finansial yang diperoleh. 

Selain itu, diskon khusus dapat diberikan sebagai bagian dari program loyalitas atau selama promosi khusus. Dan tidak hanya penumpang biasa yang diuntungkan. Pelancong sesekali tidak perlu khawatir membawa apa pun selain kartu kredit atau debit biasa untuk memanfaatkan jaminan harga terendah.

Manfaat bagi konsumen dan operator dari open loop, sistem pembayaran tiket digital berlimpah. Konsumen tidak pernah membayar lebih dari yang diperlukan, tidak memerlukan kartu tambahan untuk pembayaran, dan waktu tunggu yang berkurang. Perusahaan transportasi tidak perlu mengubah infrastrukturnya secara radikal untuk menerima pembayaran digital, mengurangi biaya operasional, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta mendukung keamanan pembayaran dan privasi konsumen.

Perusahaan tidak menyimpan informasi penumpang pada kartu kepemilikan atau harus menangani semuanya melalui kartu kredit. Berkat langkah-langkah keamanan seperti token, data sensitif tetap rahasia dan tidak dapat dicuri.

SHARE