Jack The Ripper, Pembunuh Berdarah Dingin - Male Indonesia
Jack The Ripper, Pembunuh Berdarah Dingin
MALE ID | Story

Pada 31 Agustus 1888, lebih dari satu abad lalu, serangkaian pembunuhan berantai mulai menghebohkan tanah Inggris. Tepatnya di distrik East End (Whitechapel), kota London. Kawasan ini dikenal dengan masyarakatnya yang berstatus ekonomi kelas bawah.

Male IndonesiaPhoto by fotografierende from Pexels

Sejatinya, Whitechapel sendiri dipandang sebagai sarang imoralitas utama di London. Hal itu disebabkan oleh isu rasisme, tingginya angka kriminalitas, kerusuhan dan kemiskinan terjadi di sana. Kondisi distrik yang semerawut memicu banyaknya wanita disana mulai bekerja di bidang prostitusi.

Sejumlah peristiwa pembunuhan berantai ini didalangi oleh Jack the Ripper. Nama yang sudah tentu sangat populer dan misterius di London, bahkan seluruh dunia. Karena, nyaris tak ada satupun informasi akurat mengenai sosok dan keberadaan sang tukang jagal. Menurut urban legend, ia selalu mengenakan jubah panjang dengan warna serba hitam.

Di awal kemunculan kasus The Murderer of Whitechapel, sebenarnya nama Sang Pencabik tak pernah disebutkan sebagai pelaku yang bertanggung jawab. Tak ada satupun informasi berarti yang didapatkan. Hingga akhirnya, sepucuk surat masuk ke kepolisian Scotland Yard. Pengirim surat itu menyebutkan namanya sebagai Jack the Ripper, dan mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan yang terjadi.

Awalnya, kepolisian Scotland Yard tak menanggapi surat itu secara serius. Namun kecurigaan meningkat manakala beberapa surat yang masuk setelahnya memiliki kesamaan gaya penulisan dengan surat yang pertama kali dikirimkan. Ia juga sering mengirimkan surat beserta organ tubuh manusia seperti ginjal yang sudah diberi formalin dan telinga kiri salah satu korban pembunuhan lainnya. Perhatian kepolisian kemudian tertuju kepada nama Jack the Ripper. Salah satu kalimat fenomenal yang ia tuliskan di surat tersebut berbunyi: “They say I’m a doctor… Hahahaha..”.

Motif pembunuhan serta tujuan Jack the Ripper tak pernah diketahui secara pasti sampai saat ini. Ia digambarkan sebagai seorang yang mahir menggunakan pisau dengan pengetahuan anatomi tubuh mumpuni dan ilmu kedokteran tingkat tinggi karena hasil bedahnya terbilang sempurna. Sisi misterius lainnya adalah, semua pembantaian ia lakukan pada malam hari dengan minimnya penerangan. Total, hanya dalam kurun waktu tiga bulan, sebanyak 11 orang (secara resmi 5 orang) menjadi korban sadisnya pembantaian Jack the Ripper. Ia juga dijuluki “Devil from Hell”, dan menjadi pembunuh berantai legendaris sepanjang sejarah dunia.**

SHARE