Di Sini Kursi Paling Aman Saat Naik Pesawat - Male Indonesia
Di Sini Kursi Paling Aman Saat Naik Pesawat
MALE ID | Relax

Banyak studi menyebutkan bahwa pesawat terbang adalah transportasi yang teraman dibanding transportasi lainnya. Disebutkan bahwa peluang Anda meninggal dalam kecelakaan pesawat adalah satu banding jutaan.

Photo by Sourav Mishra from Pexels

Mengutip data dari Telegraph yang berbasis di London, Inggris, dan mengutip pernyataan dari Federal Aviation Administration (FAA) sebenarnya tidak ada kursi yang paling aman di pesawat jika terjadi kecelakaan.

Namun majalah Popular Mechanics pada 2007 lalu pernah membuat penelitian mengenai seat teraman di pesawat. Dilansir HuffingPost, sebelumnya, majalah ini menganalisis setiap kecelakaan pesawat yang terjadi sejak tahun 1971.

Hasilnya menyimpulkan bahwa penumpang yang duduk di kursi belakang pesawat memiliki peluang 69 persen lebih besar untuk selamat. Bahkan peluang ini lebih besar daripada mereka yang duduk di bagian tengah dan depan. 

Untuk penumpang yang duduk di tengah memiliki kemungkinan selamat sebesar 56 persen. Sementara posisi paling riskan ada di bagian awak penerbang, yaitu 49 persen. Teori ini didukung oleh beberapa penelitian, termasuk yang baru-baru ini ditampilkan di sebuah film dokumenter Channel 4.

Produser film dokumenter, The Crash, membuat simulasi pada Boeing 727 yang membawa kamera, sensor dan crash test dummies dengan "tulang" yang mudah patah untuk dengan sengaja menabrak Gurun Sonora di Meksiko.

Setelah menabrak tanah, bagian depan pesawat dan 11 baris kursi pertama - biasanya disediakan untuk penumpang kelas satu, kelas bisnis atau premium-ekonomi, kekuatan 12G tercatat di bagian pesawat ini. Lebih jauh ke belakang, kekuatan jatuh ke sekitar 6G. 

Para ahli menyimpulkan bahwa tidak ada penumpang kelas satu pesawat yang akan selamat, tetapi 78 persen dari penumpang lain yang berada di bagian belakang akan memiliki kemungkinan bertahan hidup. Menurut sebuah survei oleh sunshine.co.uk, hasil penelitian menyebabkan penurunan tajam dalam jumlah pemesanan untuk kursi kelas satu.

Penelitian ini berbeda dengan hasil yang dikerjakan oleh TIME yang didasari pada studi kecelakaan pesawat terbang dalam 35 tahun terakhir. Melalui Federal Aviation Administration's CSTRG Aircraft Accident Database, mereka mempelajari dari kecelakaan dan korban jiwa. 

Analisis menemukan bahwa penumpang yang duduk di bagian belakang pesawat memiliki tingkat kematian sebesar 32 pesen. Kemudian penumpang pada seat tengah kemungkinan kematian sebesar 39 persen dan di depan sebanyak 38 persen. 

Tapi, angka kematian paling kecil ditunjukan pada mereka yang duduk lima baris dari posisi paling belakang. Penumpang pada seat ini kemungkinan mengalami kematian hanya 28 persen. 

Selanjutnya, ada pula hasil penelitian dari Universitas Greenwich yang diterbitkan pada 2007 lalu. Universitas yang berada di London ini mengatakan penumpang yang berada di dekat pintu keluar memiliki kemungkinan bertahan hidup lebih besar.

SHARE