Benarkah Masturbasi Bisa Redakan Rasa Nyeri? - Male Indonesia
Benarkah Masturbasi Bisa Redakan Rasa Nyeri?
MALE ID | Sex & Health

James McKenna, seorang akuntan berusia 45 tahun di Memphis, Amerika Serikat, mengalami nyeri di leher dan bahunya setelah kecelakaan mobil. Dia mendapat suntikan lidokain di daerah yang terkena, bersama dengan beberapa terapi lembut termasuk terapi fisik dan chiropraktik. Tetapi akhirnya, asuransi kesehatannya berhenti menanggung perawatan ini.

Male IndonesiaPhoto:Pexels.com

Kemudian McKenna menemukan metode pereda nyeri konvensional yang sepenuhnya gratis, masturbasi. Kesenangan diri itu, menurut dia, mampu menghilangkan rasa sakit hingga dia tertidur sampai pagi.

“Masturbasi mengalihkan fokus dari area-area (nyeri) itu dan menempatkan semuanya di satu tempat. Setelah orgasme, kelelahan biasanya cukup membuat saya tidur,” kata McKenna, dilansir dari menshealth.

Gabriel Shippy, seorang konsultan politik berusia 34 tahun di Atlanta, Amerika Serikat, memiliki alasan yang sama. Dia mengalami sakit kepala dan migrain akibat penyumbatan sinus, yang biasanya membuatnya tidak berdaya saat pulang kerja, meski harus mengonsumsi ibuprofen (obat pereda nyeri).

Seperti halnya McKenna, dokter yang menangani Shippy tidak pernah menyebut masturbasi sebagai pengobatan. Tetapi Shippy menemukan sendiri bahwa itu berhasil. Sekarang dia tidak lagi membutuhkan obat penghilang rasa sakit dan punya lebih banyak waktu untuk bermain gitar, berkencan, dan berkumpul dengan teman-temannya.

“Kesenangan yang saya nikmati saat bermasturbasi mengalihkan saya dari rasa sakit, dan kemudian orgasme itu sendiri secara harfiah mengurangi rasa sakit untuk jangka waktu tertentu,” katanya.

Jawaban Para Ahli

Meskipun kita tidak diajarkan untuk menganggap masturbasi sebagai aktivitas yang sehat, namun para ahli mengatakan bahwa masturbasi benar-benar bermanfaat bagi kesehatan, terutama dalam hal pereda nyeri.

“Masturbasi tidak mungkin menyembuhkan penyakit kronis, tetapi ini bisa menjadi cara yang berguna untuk mengatasi ketidaknyamanan sementara waktu,” kata peneliti seks Nicole Prause PhD. Menurutnya, gairah seksual juga melepaskan opioid (bahan kimia yang ada secara alami di otak kita). 

“Reseptor opioid memiliki sejumlah fungsi alami yang berbeda, tetapi mungkin paling dikenal karena perannya dalam memediasi rasa sakit dan pengalaman kesenangan. Obat opioid sering digunakan dalam pengobatan sakit kepala migrain, jadi tidak mengherankan bahwa masturbasi akan membantu mengatasi hal ini. Selain menimbulkan perubahan langsung di otak, orgasme biasanya mengarah pada relaksasi otot, sehingga nyeri dari otot yang tegang dapat diredakan dengan cara ini,” kata Prause.

Dan Nguyen MD, seorang dokter klinik di Texas mengatakan, sejumlah neurotransmiter perasaan nyaman yang dilepaskan selama masturbasi dapat terlibat dalam pereda nyeri, termasuk dopamin, serotonin, oksitosin, prolaktin, epinefrin, dan norepinefrin. 

“Bahan-bahan kimia itu tidak hanya mempengaruhi otak tetapi juga bagian tubuh lain yang terhubung ke sistem saraf, seperti otot. Karena prosesnya rumit dan banyak hormon berbeda yang terlibat, hilangnya rasa sakit akibat masturbasi dapat berlangsung dari 10 menit hingga 48 jam,” kata Nguyen.

Michael Stokes EdD LMHC, konselor kesehatan mental dan terapis seks berpendapat bahwa pereda nyeri juga mungkin bersifat psikologis daripada fisik secara langsung. Artinya, jika Anda dapat berhenti berfokus pada kecemasan tentang rasa sakit itu sendiri, maka Anda dapat mengatasinya dengan lebih baik. Anda akan belajar memfokuskan pikiran Anda pada hal-hal yang ingin Anda fokuskan.

Teknik kesadaran tersebut, menurut Stokes, mungkin bisa dimasukkan saat masturbasi. Ini mungkin akan menambah pereda nyeri serta membantu mengurangi stres dan mengontrol kesadaran Anda.

SHARE