EDCs di Plastik Kian Mengancam Kesehatan Manusia - Male Indonesia
EDCs di Plastik Kian Mengancam Kesehatan Manusia
MALE ID | Sex & Health

Tidak dipungkiri, setiap hari mungkin kita menggunakan sesuatu yang terbuat dari plastik, baik di rumah dan di tempat kerja. Namun ternyata itu bisa membuat kita terpapar bahan kimia berbahaya yang mengganggu endokrin.

Male IndonesiaPhoto:Pexels.com

Laporan terbaru dari Endocrine Society dan IPEN ((International Pollutants Elimination Network/Jaringan Penghapusan Polutan Internasional), menyebutkan bahwa plastik mengandung dan melepaskan bahan kimia berbahaya, termasuk bahan kimia pengganggu endokrin (endocrine-disrupting chemicals/EDCs) yang mengancam kesehatan manusia.

EDCs adalah bahan kimia yang bisa mengganggu sistem hormon tubuh dan dapat menyebabkan kanker, diabetes, gangguan reproduksi, dan gangguan neurologis pada janin dan anak yang sedang berkembang.

Laporan tersebut, dilansir dari sciencedaily, menjelaskan banyak bukti hubungan sebab-akibat langsung antara bahan tambahan kimia beracun dalam plastik dan dampak kesehatan tertentu pada sistem endokrin.

Perkiraan konservatif menunjukkan lebih dari 1000 bahan kimia manufaktur yang digunakan saat ini yang merupakan EDCs. Plastik yang mengandung EDC digunakan secara global dalam pengemasan, konstruksi, lantai, produksi dan pengemasan makanan, peralatan masak, perawatan kesehatan, mainan anak-anak, furnitur, elektronik rumah tangga, tekstil, mobil dan kosmetik.

 
 
Temuan kunci dalam laporan tersebut meliputi 144 bahan kimia atau kelompok kimia yang diketahui berbahaya bagi kesehatan manusia secara aktif digunakan dalam plastik.

Paparan EDCs adalah masalah universal. Paparan EDCs dapat terjadi selama masa pakai produk plastik, dari proses pembuatan hingga kontak konsumen, daur ulang, maupun pengelolaan dan pembuangan limbah. Pengujian sampel manusia secara konsisten menunjukkan hampir semua orang memiliki EDCs di tubuh mereka.

“Banyak plastik yang kita gunakan setiap hari di rumah dan tempat kerja membuat kita terpapar bahan kimia berbahaya yang mengganggu endokrin. Tindakan pasti diperlukan di tingkat global untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan kita dari ancaman ini,” kata penulis utama laporan tersebut, Jodi Flaws PhD, dari University of Illinois di Urbana-Champaign. di Urbana, Illinois.

Pamela Miller, selaku Co-Chair IPEN, mengatakan bahwa laporan tersebut mengklarifikasi bahwa percepatan produksi plastik saat ini, yang diproyeksikan meningkat 30-36 persen dalam 6 tahun ke depan, akan sangat memperburuk paparan EDCs dan meningkatnya penyakit endokrin global.

Karena itu, kebutuhan akan kebijakan publik yang efektif untuk melindungi kesehatan masyarakat dari EDCs dalam plastik menjadi semakin mendesak mengingat proyeksi pertumbuhan industri yang dramatis dewasa ini.

Kebijakan untuk mengurangi dan menghilangkan EDCs dari plastik dan mengurangi paparan dari daur ulang plastik, sampah plastik, dan insinerasi sangat penting. EDCs dalam plastik adalah masalah kesehatan internasional yang sangat dirasakan di belahan selatan dunia di mana pengiriman sampah plastik beracun dari negara-negara kaya membanjiri masyarakat di kawasan selatan dunia.

“Paparan bahan kimia yang mengganggu endokrin tidak hanya menjadi masalah global saat ini, tetapi menimbulkan ancaman serius bagi generasi mendatang,” kata Pauliina Damdimopoulou PhD, dari Karolinska Institutet di Stockholm, Swedia.

“Ketika seorang wanita hamil terpapar, EDCs dapat mempengaruhi kesehatan anak dan cucu akhirnya. Penelitian pada hewan menunjukkan EDCs dapat menyebabkan modifikasi DNA yang berdampak pada beberapa generasi,” jelasnya.

Duta Besar Swiss untuk masalah lingkungan, Franz Xavier Perrez berkomentar, sudah menjadi tanggung jawab seluruh negara untuk memberlakukan kebijakan publik guna mengatasi bukti jelas bahwa EDCs dalam plastik adalah bahaya yang mengancam kesehatan masyarakat dan masa depan kita.

SHARE