Saat Pandemi, Lebih Baik Jauhi Pantai & Kolam Umum - Male Indonesia
Saat Pandemi, Lebih Baik Jauhi Pantai & Kolam Umum
MALE ID | Sex & Health

Seiring berjalannya waktu, sejumlah negara telah melonggarkan kebijakan penguncian wilayah akibat wabah virus corona. Tempat wisata seperti pantai dan kolam renang di sebagian wilayah telah dibuka meskipun terus diwanti-wanti untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Photo by AQ T AY from Pexels

Berenang di pantai atau kolam renang selama Covid-19 ternyata tidak disarankan dokter. Hal tersebut berkaitan dengan risiko penularan virus corona yang bisa terjadi di kolam renang. Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Utara dr Mohammad Irfan, SpPD, berenang di tempat umum seperti di pantai atau kolam renang umum itu pada dasarnya adalah aktivitas yang dapat berpotensi menularkan Covid-19.

"Karena, Anda mau enggak mau melepas masker dan bersinggungan dengan orang lain secara langsung, bahkan dengan jarak yang dekat," ujar dr Mohammad Irfan dalam keterangan resmi.

Kalau pun Anda sudah terlanjur membuat janji untuk pergi liburan ke pantai atau pergi berenang di kolam renang umum, dan kepalang tanggung sudah membeli tiket liburan dengan fasilitas kolam renang umum, maka jaga jarak dengan orang lain wajib dilakukan. Kalau lokasi ramai, ada baiknya urungkan niat untuk berenang.

"Selain itu, usahakan sebisa mungkin saat berenang air pantai atau air kolam tidak terminum atau masuk ke hidung. Usai berenang, segera mandi bersih dengan sabun, shampo, dan menyikat gigi," tutur dr Irfan.

Lebih lanjut, dr Irfan menyarankan pada masyarakat yang mungkin belum menentukan akan berlibur kemana, pilihlah lokasi wisata yang letaknya bukan di zona merah atau angka kasus Covid-19 di sana tinggi. "Supaya aman, pilih lokasi wisata di zona hijau sehingga risiko keterpaparan Covid-19 semakin berkurang," sarannya.

Dokter Irfan menegaskan bahwa kuncinya dari semua ini adalah kedisiplinan menjaga 3M yaitu menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak. "Kalau ini dilakukan dengan benar dan disiplin, risiko terpapar Covid-19 akan semakin berkurang," ucapnya.

Selain itu, seperti dirangkum dari laman Healthline, meskipun virus tidak mungkin ditularkan melalui air, hal ini tidak mengartikan jika tak ada risiko jika pergi ke kolam renang atau pantai.

Volume orang di pantai atau di kolam renang dan kemungkinan berkumpul bersama, memunculkan kekhawatiran. "Kami tidak dapat cukup menekankan bahwa sebagian besar penularan terjadi dari orang ke orang, khususnya ketika berada dalam jarak enam kaki antar satu sama lain," kata Dr. David Goldberg, spesialis penyakit dalam dan infeksi di New York-Presbyterian Medical Group Westchester dan asisten profesor kedokteran di Columbia University Irving Medical Center.

Risiko air itu sendiri, lanjut dia, tampaknya sangat rendah. "Saya jauh lebih peduli dengan perenang lain (orang lain). Secara umum saya akan mengatakan pantai lebih aman daripada kolam renang karena dua alasan," ujar Goldberg. 

Alasan pertama karena air pantai jauh lebih encer sehingga jika ada kemungkinan virus masuk ke dalam air, virus akan cepat diencerkan karena itu kumpulan yang besar. Kedua, lebih mudah untuk menjaga jarak sejauh enam kaki saat berada di pantai.

SHARE