Mengenal Rapid Antibodi, Antigen, dan Swab PCR - Male Indonesia
Mengenal Rapid Antibodi, Antigen, dan Swab PCR
MALE ID | Sex & Health

Di masa pandemi COVID-19, masyarakat didorong untuk mendukung program pemerintah dalam penanganan pandemi, salah satunya terkait dengan tes atau pemeriksaan COVID-19.

Gambar oleh lukasmilan dari Pixabay

Ada beberapa alat pemeriksaan yang bisa digunakan untuk mendeteksi, yaitu rapid test yang terbagi menjadi 2 jenis, antibodi dan antigen, lalu ada test swab PCR yang memiliki persentase deteksi yang lebih tinggi.

Laman covid19.go.id memberikan penjelasan terkait perbedaan ketiga metode pemeriksaan tersebut. Apa saja? Berikut ini informasi lebih jelasnya.

Rapid Test Antibody
Dalam tes ini, target deteksinya adalah antibodi dalam darah. Untuk sampelnya sendiri, yakni arah. Kemudian waktu untuk bisa mengetahui hasilnya 5 sampai 10 menit.

Jenis rapid test untuk COVID-19 ini merupakan jenis rapid test yang paling awal muncul. Sayangnya, tes ini memiliki tingkat akurasi yang rendah dalam mendeteksi keberadaan virus Corona di dalam tubuh. 

Rapid Test Antigen
Kemudian untuk tes ini target deteksinya adalah materi genetik atau protein spesifik dari virus tersebut dalam tubuh seseorang. Sampelnya swab nasal (nasofaring) sesuai dengan jenis kit antigen yang digunakan. Sedangkan waktu untuk mengetahui hasilnya bisa diketahui sekira 30 menit di fasilitas pelayanan kesehatan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan rapid test antigen virus Corona memiliki tingkat akurasi yang lebih baik dibandingkan rapid test antibodi. 

Tes Swab PCR
Tes PCR adalah jenis pemeriksaan untuk mendeteksi pola genetik (DNA dan RNA) dari suatu sel, kuman, atau virus, termasuk virus Corona (SARS-CoV-2). Hingga saat ini, tes PCR merupakan tes yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mendiagnosis COVID-19.

Untuk tes ini target deteksinya adalah materi genetik DNA dan RNA dari virus SARS-CoV-2. Sampelnya swab nasofaring dan swab tenggorok (orofaring). Kemudian, untuk waktu hasilnya bisa dilihat  1 sampai 2 hari setelah sampel diterima di laboratorium.

Jadi, melihat dari perbedaan di atas, jika Anda memiliki gejala COVID-19, seperti demam, batuk, dan sesak napas, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan COVID-19. Dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang berupa rapid test dan PCR untuk mendiagnosis COVID-19.

SHARE