Mengenal dan Memahami Perbedaan HIV dan AIDS - Male Indonesia
Mengenal dan Memahami Perbedaan HIV dan AIDS
MALE ID | Sex & Health

Sebagian besar orang sudah familiar dengan HIV/AIDS sebagai salah satu penyakit menular seksual yang berbahaya. Namun tahukah Anda, bahwa HIV dan AIDS bukanlah hal yang sama?

Photo by Anna Shvets from Pexels

HIV adalah virus yang dapat menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Sementara itu, AIDS adalah sebuah kondisi akibat infeksi HIV. Orang yang terinfeksi HIV harus mengonsumsi obat ARV (antiretroviral) untuk mencegah kondisi AIDS tersebut.

Mengutip dari berbagai sumber, HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini membunuh sel-sel CD4 atau T dalam sistem imun tubuh sehingga menyebabkan kekebalan tubuh menurun drastis. Tubuh tak lagi mampu melawan penyakit dan infeksi yang umumnya mudah dilawan oleh tubuh.

 
 
HIV merupakan virus yang menyebabkan AIDS. Kepanjangan AIDS adalah Acquired Immune Deficiency Syndrome. HIV dan AIDS adalah dua hal yang berbeda. Orang-orang yang terinfeksi HIV belum tentu terkena penyakit AIDS.

AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh kerusakan sistem imun tubuh oleh virus HIV. Seseorang memiliki AIDS ketika ia terkena infeksi berbahaya atau ketika jumlah sel CD4 dalam tubuhnya sangat rendah. AIDS merupakan tahap akhir dari penyakit HIV dan dapat menyebabkan kematian.

Bagi orang-orang dengan HIV, umumnya dibutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk penyakit HIV berkembang menjadi AIDS jika tidak diobati. Pengobatan yang tepat akan memperlambat kerusakan akibat penularan HIV dan membantu penderita HIV tetap sehat hingga berpuluh tahun.

Karena HIV merusak sel CD4, salah satu cara untuk mendiagnosis AIDS pada orang yang positif HIV adalah dengan menghitung jumlah sel CD4 tersebut. Rentang jumlah CD4 yang normal adalah 500-1200. Apabila hasil tes CD4 seorang ODHIV menunjukkan angka di bawah 200, orang tersebut dianggap menderita AIDS atau infeksi HIV stadium 3.

Faktor lain yang dapat membantu diagnosis AIDS adalah adanya infeksi oportunistik. Infeksi oportunistik adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, jamur, dan virus yang biasanya tidak terlalu berpengaruh pada orang yang sistem imunnya sehat.

Infeksi HIV tidak selalu berkembang menjadi AIDS. Saat ini, konsumsi obat-obatan antiretroviral (ARV) dapat mencegah kondisi AIDS bagi orang yang terinfeksi HIV. Dengan demikian, orang-orang yang positif HIV yang mengonsumsi ARV secara rutin dapat menjalani hidup yang nyaris seperti orang normal serta memiliki harapan hidup yang lebih panjang.

Walau begitu, penting untuk diingat bahwa ARV tidak dapat menyembuhkan infeksi HIV. Orang yang positif HIV harus mengonsumsi obat tersebut seumur hidup. Tes HIV menjadi hal yang vital untuk dilakukan untuk mengetahui status diri. Apabila positif HIV, kondisi AIDS  dapat dicegah dan memberi harapan hidup yang tetap sehat.

SHARE