Boros, Ini Cara Hemat di Era Cashless Society - Male Indonesia
Boros, Ini Cara Hemat di Era Cashless Society
MALE ID | Works

Menggunakan dompet digital atau cashless kini memang semakin banyak diminati. Cara cashless dinilai lebih aman dan praktis karena tidak perlu membawa banyak uang tunai ketika beraktivitas. 

Photo by Norma Mortenson from Pexels

Saat ini banyak terjadi fenomena di kalangan generasi milenial yang didukung dengan maraknya era cashless society. Cashless society adalah sebutan untuk kumpulan orang-orang yang tidak lagi menggunakan uang tunai untuk bertransaksi sehari-hari.

Memang, gaya hidup non-tunai ini membuat masyarakat mendapatkan banyak kemudahan dalam kegiatan bertransaksi. Selain dapat dilakukan dimana saja, kegiatan berbelanja dan menyimpan uang menjadi jauh lebih aman dengan fasilitas cashless.

Tak hanya kartu kredit dan debit, layanan pembayaran nontunai juga sudah merambah dalam bentuk dompet elektronik atau digital. Anda tentu tidak perlu lagi repot menghitung jumlah lembaran Rupiah saat akan melakukan transaksi pembayaran.

Meski memiliki banyak keunggulan, pemilik gaya hidup cashless seringkali terjerumus pada pengeluaran yang tidak terkontrol karena sifatnya uangnya yang abstrak. Penyebabnya tentu karena proses transaksi yang sangat praktis dan dapat dilakukan dimana saja. Jika Anda merasa boros karenanya, mengutip dari berbagai sumber, berikut cara hemat di era Cashless Society.

Pisahkan Alokasi Fasilitas Cashless
Untuk memenuhi berbagai kebutuhan rutin, ada baiknya Anda memanfaatkan fasilitas kartu debit untuk pembayarannya. Karena sifatnya yang selalu harus dibayarkan per bulan, atau bahkan per hari, penggunaan kartu debit dalam memenuhi kebutuhan pokok tentu dapat mengurangi risiko terkena denda saat pengeluaran melonjak. 

Bila perlu, alokasikan gaji yang Anda terima pada setiap pos pengeluaran sesuai dengan rencana anggaran yang telah dibuat. Hal ini bisa Anda lakukan dengan cara memiliki beberapa rekening terpisah yang khusus dibuat untuk membayar pos pengeluaran secara rutin. 

Buat tiga rekening terpisah, masing-masing dipergunakan untuk membayar kebutuhan hidup, menabung dan investasi, dan refreshing. Tentukan nominal dana untuk setiap rekening tersebut sesuai dengan kebutuhan.

Umumnya, perbandingan dari tiap-tiap pos pengeluaran tersebut adalah 50 persen untuk biaya hidup, 30 persen untuk menabung dan investasi, dan 20 persen untuk kebutuhan bersenang-senang.

Untuk membayar tagihan bulanan lain yang tidak termasuk dalam rekening terpisah tersebut, Anda dapat melunasinya dengan menggunakan fasilitas transfer atau m-banking. Dengan memisahkan kebutuhan, pengeluaran Anda tentu menjadi lebih mudah untuk dikelola dan kondisi keuangan dapat lebih terjaga.

Hindari Pinjaman Online
Pinjaman online tampak menarik karena prosesnya yang sangat mudah. Tidak bisa dipungkiri, penggunaan pinjaman online memang memudahkan proses pembayaran belanja. Bukan berarti Anda bisa menggunakannya secara bebas. Bisa-bisa, tagihan makin menumpuk dan menggunung.

Tahan diri untuk tidak tergoda menggunakan fitur tersebut. Jangan biasakan berutang meskipun dalam jumlah kecil atau karena bunganya kecil. Tapi, kalau terpaksa menggunakan pinjaman online, pastikan bahwa jumlah kredit tersebut tidak lebih dari 10 persen dari penghasilan bulanan. Jika jumlah kredit melebihi batas tersebut, bisa dibilang Anda gagal mengontrol pengeluaran.

Gunakan Dompet Digital untuk Kebutuhan Sekunder
Ada baiknya Anda hanya menggunakan kesempatan ini untuk memenuhi kebutuhan sekunder, seperti membeli snack dan menonton di bioskop saja. Alasannya tentu agar Anda tidak kalap ketika memanfaatkan promo yang ditawarkan.

Meski ada banyak promo yang ditawarkan, jenisnya pasti berbeda-beda. Usahakan untuk memilih penawaran dengan bentuk cashback dan diskon langsung saja. Dengan begitu, penghematan yang bisa Anda lakukan akan benar-benar terasa.

Pengisian saldo dompet digital juga sebaiknya Anda lakukan hanya di awal bulan, atau saat baru saja menerima gaji. Pastikan juga, dalam satu bulan, kegiatan belanja kebutuhan sekunder yang Anda lakukan hanya menggunakan saldo yang tersedia dalam dompet tersebut.

Dengan begitu, Anda akan berpikiran untuk tidak melakukan pembelian kebutuhan yang kurang penting saat dana yang tersimpan sudah menipis.

Gunakan Aplikasi Pengatur Keuangan
Di era cashless seperti sekarang ini, tentu saja banyak adanya aplikasi-aplikasi keuangan yang mudah diunduh pada smartphone. Aplikasi-aplikasi keuangan ini, dibuat sedemikian rupa untuk membantu Anda mengatur keuangan dengan mudah.

Anda biasanya hanya akan diminta untuk memasukkan angka, ke dalam list-list yang sudah dibuat sebelumnya. Setelah itu, sistem akan menghitung sendiri kalkulasinya. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk Anda kesulitan mengatur keuangan.

SHARE