Raja Baru di MotoGP yang Bikin Rossi Takjub - Male Indonesia
Raja Baru di MotoGP yang Bikin Rossi Takjub
MALE ID | Sport & Hobby

Pembalap Suzuki, Joan Mir, sempat mempermalukan Valentino Rossi dalam balapan MotoGP San Marino di Sirkuit Misano, Minggu, 13 September 2020 silam. Rossi yang belum pernah memperkuat Suzuki, takjub dengan Joan Mir.

Photo: MatteoNL97/Wikipedia

Rossi yang pengalaman balapnya sudah tidak perlu diragukan lagi, merasa Joan Mir dan Suzuki layak memperoleh gelar juara dunia. Tak cuma performa motor, kata Rossi, konsistensi si pembalap dalam meraih poin dari race ke race juga menjadi faktor penentu.

"Saya ingin memberi selamat kepada Mir. Karena dia memenangi kejuaraan dunia pada musim kedua. Pencapaian itu bukan untuk semua orang, hanya untuk sejumlah kecil pembalap dalam sejarah," kata Rossi, dikutip Paddock-GP

Joan Mir sendiri sebenarnya memiliki nama lengkap Joan Mir Mayrata, lahir di Palma de Mallorca, Spanyol pada 1 September 1997. Ia merupakan salah satu lulusan dari sekolah balap lima kali juara dunia, Jorge Lorenzo. Sejak itu pula, perjalanan kariernya menarik perhatian jagat balap internasional, terutama usai ia lolos seleksi Red Bull Rookies Cup 2013.

Dalam ajang balap 'one make race' tersebut, ia mengendarai motor KTM RC250R 4-tak dan menjalani balapan di 7-8 negara Eropa. Dalam ajang ini, Mir mengakhiri musim 2013 di peringkat kesembilan, namun sukses duduk di peringkat runner up pada 2014, di belakang Jorge Martin yang tahun ini menyabet gelar dunia Moto3. 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by MIR36 (@joanmir36official)

 

Prestasi ini membuat Mir mendapat kesempatan berkompetisi di FIM CEV Moto3 Junior World Championship pada 2015, mengendarai Honda dan KTM di Leopard Racing. Ia sukses empat kali menang di enam balapan pertama, dan duduk di peringkat keempat, di belakang Nicolo Bulega, Albert Arenas dan Aron Canet.

Saat masih turun di FIM CEV Moto3 Junior World Championship, Mir mendapat satu kesempatan menjalani debut Grand Prix di kelas Moto3. Ia ditunjuk membela Leopard Racing di Australia untuk menggantikan Hiroki Ono yang cedera. Start dari posisi 18, ia gagal finis usai mengalami tabrakan dengan John McPhee.

Meski hasil ini di luar ekspektasi, Leopard Racing justru menyodorkan kontrak kepadanya untuk turun di Moto3 2016-2017. Pada 2016, Mir langsung menggebrak dan menjadi lawan serius, meraih tiga podium dan satu kemenangan. Ia mengakhiri musim di peringkat kelima, dan sukses merebut gelar Rookie of The Year.

Pada 2017, Mir yang punya hobi bermain skateboard, makin menggila. Ia sama sekali tak pernah tergeser dari puncak klasemen sejak awal musim, berkat 13 podium, yang 10 di antaranya merupakan kemenangan. Dominasinya ini tak pelak lagi mengantarnya mengunci gelar juara di Australia. Ia juga menjadi rider Spanyol ketiga yang menjuarai Moto3, usai Maverick Vinales (2013) dan Alex Marquez (2014).

Usai menjuarai Moto3, Mir pun naik ke Moto2 2018 bersama Estrella Galicia 0,0 Marc VDS. Uniknya, saat musim ini baru berjalan lima seri, Mir secara mengejutkan mengaku hanya ingin turun setahun di kelas intermediate, dan membidik motor tim pabrikan di MotoGP 2019. Ia bahkan menyatakan kontrak MotoGP lebih berarti dari gelar dunia di Moto2.

Pernyataan sensasional Mir ini pun langsung disambut oleh berbagai gosip. Setelah Ducati menyatakan ketertarikan padanya, Mir santer dikabarkan menandatangani perjanjian prakontrak dengan Repsol Honda, menyusul kemungkinan pensiunnya Dani Pedrosa. Meski begitu, kabar ini dibantah oleh Mir lewat kontrak yang ia jalin bersama Suzuki Ecstar.

Kontrak MotoGP telah berada di dalam genggaman, Mir pun langsung fokus pada masa depan. Ia mengakhiri Moto2 2018 di peringkat keenam pada klasemen pebalap dengan koleksi 155 poin dan empat podium.

SHARE