Kiat Bertahan di Masa Pandemi bagi Startup - Male Indonesia
Kiat Bertahan di Masa Pandemi bagi Startup
MALE ID | Works

Pandemi Covid-19 menjadi pukulan keras bagi semua kalangan, termasuk para pengusaha. Hampir seluruh sektor bisnis goyang terkena imbas pandemi corona. Dan mengakibatkan pelaku usaha rugi besar. Tak terkecuali bisnis startup

Photo by Startup Stock Photos from Pexels

Pemilik perusahaan rintisan alias startup notabene-nya sedang berjuang mengembangkan bisnisnya. Namun kemudian dihantam wabah virus corona, dan ancaman resesi. Makin drop. Rasanya seperti balik ke titik awal.

Wendy Pratama, CEO dan Founder lingkaran mengatakan, proses adaptasi pastinya tidak mudah. Perubahan adalah dua mata pisau, di mana pada satu sisinya memberikan gairah dan antusiasme baru, namun di sisi lainnya juga menghadirkan perasaan takut karena kita akan menuju ke sebuah tempat baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.

Kunci bertahan di masa pandemi yang telah diaplikasikan Wendy pada timnya di lingkaran adalah agility dan open-minded mindset. Kedua hal tersebut dapat membantu mengubah masalah dan tantangan menjadi kesempatan dan peluang dengan tanggap serta cepat. 

"Hal pertama yang dapat dilakukan adalah, mempersiapkan diri dengan baik dan membekali diri kita dengan senjata dan amunisi yang tepat sebelum masuk ke medan perang “perubahan” tersebut. Kedua, lakukan riset produk dan pasar, bacalah laporan-laporan global maupun lokal terkait penangangan pandemi dan bagaimana perusahaan-perusahaan besar menghadapinya," kata Wendy.

Yang ketiga dan tidak kalah pentingnya, kata dia, perbanyak komunikasi dengan tim internal, pemangku kepentingan, hingga pengguna dan target audiens yang ingin disasar. Dengarkan kebutuhan dan keluh kesah mereka, berempatilah, temukan penderitaan utama mereka yang dapat kita bantu selesaikan dengan solusi yang dimiliki perusahaan atau bisnis kita.

Berikutnya setelah melengkapi data kuantitatif dan kualitatif yang kuat, startup dapat melakukan pivoting dan prototyping produk atau fitur baru. Lakukan iterasi sebanyak-banyaknya dan sesering mungkin menyempurnakannya dengan mengikutsertakan komentar dan umpan balik dari pengguna. 

"Lanjutkan prosesnya sampai kita menemukan bentukan baru dari produk atau bisnis, hingga dapat mencapai titik product-market fit," saran Wendy.

Bagi yang baru ingin merintis usaha, tambah Wendy, mulailah dengan mencari permasalahan mendasar yang terjadi di sekitar dan tawarkanlah solusi untuk menjawabnya dengan bisnis yang akan dirintis. Bisnis atau usaha yang mampu menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat niscaya akan lebih sustainable dibandingkan dengan bisnis yang hanya mengikuti tren belaka. 

Penting juga diingat bahwa menjadi seorang wirausahawan adalah perjalanan yang panjang. entrepreneurship adalah sebuah perlombaan lari maraton, bukan lari cepat, sehingga para wirausahawan baru diharapkan dapat memiliki grit. 

“Grit mencakup banyak hal, termasuk; ketekunan, passion, semangat untuk tujuan jangka panjang, purpose, growth mindset, serta resiliency yang akan membuat wirausahawan memiliki tekad yang besar untuk bangkit kembali dari kegagalan dan kemunduran, salah satu jalan yang dapat ditempuh untuk #BIKINGEBRAKAN adalah dengan bergabung bersama eksositem wirausaha yang solid seperti Diplomat Success Challenge,” pungkas Wendy.

SHARE