Menjawab Pertanyaan Rumit Saat Wawancara Kerja - Male Indonesia
Menjawab Pertanyaan Rumit Saat Wawancara Kerja
MALE ID | Works

Sebagian besar dari para pencari kerja tidak menyukai kalimat “Kami akan menghubungi Anda!” Karena pada dasarnya ini adalah terjemahan halus yang berarti “Kamu tidak tepat untuk perusahaan kami”.

Male IndonesiaPhoto:Pexels.com

Itulah mengapa setelah wawancara melamar pekerjaan, lalu kita tidak berhasil, kita selalu menebak-nebak apa yang tidak disukai perusahaan itu dari diri kita. Mungkin kita kurang pengalaman, atau mungkin keahlian yang kita miliki masih minim? Lantas apakah kita harus sedikit berbohong saat menjawab kelemahan kita?

Berdasarkan situs pencarian kerja, artikel perekrut tenaga kerja, dan opini pengguna internet,

dilansir dari brightside, berikut ini beberapa pertanyaan rumit yang mungkin Anda hadapi saat wawancara kerja dan bagaimana Anda menjawabnya.

Apa Kelemahanmu?

Jangan bergurau saat menjelaskan kelemahan Anda, tetapi akui dengan jujur. Orang yang mewawancarai Anda sebenarnya ingin tahu bagaimana Anda mengubah kelemahan Anda menjadi keberuntungan.

Misalnya, tahun lalu kemampuan bahasa Inggris Anda sangat buruk, kemudian Anda ikut kursus bahasa, dan sekarang Anda bisa lancar berbahasa Inggris. Tidak ada orang yang sempurna dan perekrut akan menghargai solusi yang Anda lakukan untuk mengubah ketidaksempurnaan itu.

Minat Positif

Mungkin seseorang akan memuji diri sendiri ketika menjawab pertanyaan “Bagaimana kolega Anda mendeskripsikan Anda?” Tujuan perekrut bertanya demikian untuk mengetahui apakah calon pekerja mampu mengevaluasi diri mereka secara bijaksana.

Anda dapat menjawab pertanyaan tersebut kira-kira seperti ini, “Saya rasa kolega akan menyukai .... dalam diri saya.” Isi titik titik itu dengan minat Anda yang positif. Jawaban ini tidak terdengar sombong. Tetapi merupakan kesempatan untuk menunjukkan sisi baik diri Anda.

Jelaskan Diri dengan Satu Kata

Terkadang perekrut tenaga kerja akan bertanya, “Jelaskan diri Anda dengan satu kata.” Anda bisa menggunakan kata sifat dan kata benda untuk mendeskripsikan diri sendiri. Disarankan, jawablah berdasarkan posisi masa depan Anda.

Seandainya Anda membidik posisi manajer, maka jawablah “manajer”. Atau bisa juga jawaban Anda bersifat universal, misalnya “realistis” atau “ekstrovert”.

Jika Pembayaran Tersendat

Pertanyaan rumit lainnya adalah “Jika dalam suatu waktu kami membayar Anda sering tersendat-sendat, apakah Anda akan terus bekerja dengan kami?” Biasanya si kandidat menjawab “ya” karena menganggap inilah yang diharapkan oleh calon pemberi kerja, yaitu dedikasi dan komitmen penuh.

Namun kenyataannya, umumnya pemberi kerja kemungkinan besar ingin mencari karyawan yang menghargai nilai-nilai keterampilan profesional masing-masing. Itulah mengapa jawaban yang benar adalah “tidak juga” atau “belum tentu saya bersedia”.

Anda Dapat Kesempatan Bertanya

“Apakah Anda memiliki pertanyaan untuk saya?” Pertanyaan ini tanpa kita duga terkadang muncul di akhir wawancara. Tetapi Anda jangan gugup. Akan sempurna jika Anda telah menyiapkan lebih dahulu apa yang hendak Anda tanyakan pada perekrut tersebut.

Jangan bertanya tentang hal-hal yang Anda temukan dalam deskripsi lowongan kerja atau di situs web perusahaan. Anda sebaiknya bertanya, misalnya, mengapa karyawan sebelumnya yang berada di posisi ini mengundurkan diri. Ini akan membantu Anda “menangkap 2 ikan dengan 1 kail”. Artinya, ini menunjukkan bahwa Anda memiliki keterampilan analitis serta untuk menghindari kesalahan pendahulu Anda apabila Anda mulai bekerja di perusahaan itu.(*)

 

SHARE