Lakukan Cara Ini Sebagai Obat Putus Cinta - Male Indonesia
Lakukan Cara Ini Sebagai Obat Putus Cinta
MALE ID | Relationships

Putus cinta adalah fakta kehidupan yang menyakitkan. Bagi yang mengalaminya serasa tidak percaya berpisah dengan pasangan yang dicintai, meski nyatanya memang demikian.

Male IndonesiaPhoto:Pexels.com

Mengalami putus cinta tidak secara ajaib membuat Anda melupakan mantan begitu saja. Wajar bila ada perasaan sedih dan luka. Namun jika dibiarkan berlarut-larut, hanya akan menyakiti diri sendiri.

Menurut sejumlah pakar hubungan, ada beberapa cara produktif untuk mengobati luka akibat perpisahan. Ini akan membantu Anda lebih dewasa dan melanjutkan hidup kembali normal.

Akui Anda Terluka

“Langkah pertama mengakui bahwa Anda terluka,” kata Gigi Engle, pakar hubungan dan penulis, dilansir dari menshealth.

Menurutnya, justru akan berbahaya jika Anda berpura-pura tidak merasakan apa-apa. Memiliki sesuatu yang kemudian dirampas, memang menyakitkan. Maka untuk beralih dari putus cinta, Anda harus mengakui kesedihan sampai Anda mampu membuatnya hilang.

Tetapi ingat, hancurkan dorongan negatif yang menyalahkan diri sendiri. Ubahlah narasi Anda yang bersalah agar Anda cepat kembali seperti semula.

“Banyak faktor yang menentukan suatu hubungan gagal. Mungkin ini waktunya, atau belum siap untuk sesuatu yang dewasa,” kata psikolog sosial Lauren Howe PhD.

Blokir Kontak Mantan

Setelah Anda putus hubungan, sangat penting untuk membatasi kontak dan menjaga jarak emosional dengan mantan Anda. Lebih disarankan untuk memblokir atau nonaktifkan dia dari nomor kontak dan media sosial Anda.

Alasannya, pertama, ini membantu Anda mengekang diri akan dorongan untuk berhubungan dengannya. Dan kedua, akan melindungi Anda dari melihat apa pun tentangnya di media sosial.

Mungin Anda dan dia mengatakan masih ingin berteman. Tetapi Anda memerlukan waktu tenang agar perasaan Anda tidak terganggu dengan beragam info yang Anda lihat dan dengar tentang dirinya.

Bila Anda tetap berteman dengannya di medsos, Anda akan merasakan terus-menerus tertusuk luka yang belum sembuh, dan dibombardir dengan kehidupan dirinya yang terlihat di medsos. Sehingga hanya akan memperdalam rasa cemburu, kepahitan, atau pengkhianatan.

Tuliskan Perasaan Anda

Cobalah menulis tentang mengapa semuanya berantakan, kesalahan Anda berdua, dan apa yang tidak akan pernah Anda lakukan lagi. “Lakukan 30 menit sehari,” saran psikolog dan pakar hubungan Gary Lewandowski PhD.

Lewandowski menemukan bahwa orang yang terlibat dalam penulisan positif dan katarsis merasa lebih tenang, lebih percaya diri, dan lebih kuat daripada mereka yang menulis tentang hal-hal negatif.

Pergi ke Luar

Beri diri Anda waktu untuk menjernihkan pikiran. Habiskan waktu di luar ruangan seperti mendaki atau berkemah. Dalam sebuah survei di Finlandia, orang-orang yang menghabiskan waktu di alam melaporkan kesejahteraan emosional yang lebih baik.

Jangan terlalu menyesal dengan membiarkan diri Anda meratapi betapa menyia-nyiakan waktu Anda selama hubungan ini. Lihat perpisahan dan sakit hati ini sebagai pelajaran. Dan ketika Anda memulai melangkah lagi ke hubungan berikutnya, Anda akan memiliki gagasan lebih jelas tentang jenis hubungan yang Anda cari. Atau mungkin mendorong diri Anda menjadi lebih dewasa memilih pasangan.

Ketika Anda benar-benar siap untuk kembali berkencan, jangan banyak menceritakan tentang mantan Anda kepada pasangan yang baru.

“Tidak ada solusi 100 persen yang berhasil untuk semua orang. Namun, tujuh atau delapan kali dari 10, akan menemukan hubungan baru yang bermakna yang akan membantu Anda melupakan hubungan sebelumnya,” kata Lewandowski.

SHARE