Tren Kencan Baru Selama 2020 di Masa Pandemi - Male Indonesia
Tren Kencan Baru Selama 2020 di Masa Pandemi
MALE ID | Relationships

Perusahaan kencan di Asia, Lunch Actually, merilis hasil Annual Singles Dating Survey 2020 dalam Virtual Press Conference di Jakarta. Annual Singles Dating Survey 2020 melibatkan lebih dari 3.500 singles di Indonesia, Singapura, Malaysia, Hongkong, Thailand. 

Photo by Alan Quirvan on Unsplash

Hasil survei ini menyampaikan temuan seputar dampak pandemi Covid-19 terhadap para singles dalam menentukan cara berkencan, perubahan pola pikir maupun ekspektasi mereka terhadap potensi teman kencan hingga temuan akan masa depan berkencan. 

Perubahan yang terjadi dalam berkencan selama pandemi antara lain, 23% singles di Indonesia merasa semakin masifnya profil palsu yang beredar di aplikasi kencan. Selain itu, 1 dari 2 singles juga pernah bertemu atau mengalami kasus scamming. Meskipun kasus ini selalu ada, bahkan sebelum pandemi, nyatanya penggunaan aplikasi kencan terus meningkat dengan 44% singles yang menyatakan pertama kali menggunakan aplikasi kencan di tahun ini.

 
 

Tren baru lain yang muncul adalah lazimnya metode berkencan secara virtual (via video call). Para singles setuju bahwa virtual dating atau video dating adalah alternatif bagus untuk berkencan di masa depan. Hal ini diperkuat dengan 56% singles yang menyatakan mereka telah mencoba video dating dan bersedia untuk melakukan kencan melalui metode tersebut.

Menanggapi pertanyaan mengenai apa yang disukai dari video dating, 57% pria mengatakan video dating merupakan pengalaman baru dan menyenangkan bagi mereka dan teman kencan mereka, sementara wanita lebih menyukai video dating dengan alasan efisiensi dan dapat menghemat waktu untuk perjalanan (59%), hingga sebagai fungsi filter yang membantu mereka dalam memilih orang-orang yang ingin mereka temui dalam kehidupan nyata (51%). 

Annual Singles Dating Survey 2020 mengungkapkan setidaknya 72% singles di Indonesia setuju untuk melakukan video dating lebih dari satu kali. Rebeka Pinaima, M.Psi., selaku Psikolog Klinis Dewasa menjelaskan, bahwa temuan yang menarik yang dialami para kliennya mengenai berkencan selama masa pandemi adalah tingginya kebutuhan untuk menjalin komunikasi yang berkualitas seperti percakapan mendalam dan bukan sekadar small talk dengan teman kencan online-nya. 

“Ketika para singles tidak lagi memiliki kemewahan untuk berkencan secara offline, ‘penampilan’ teman kencan online pun bukan menjadi prioritas utama namun bergeser pada bagaimana seseorang bisa merasa nyaman dan nyambung membicarakan berbagai topik. Dengan kata lain, companionship menjadi hal sangat penting ketika orang merindukan dan menginginkan untuk merasa terhubung secara emosional dengan orang lain dibandingkan hanya secara fisik maupun ketertarikan seksual,” ujar Rebeka.

SHARE