Korban Counter Dependent akan Sulit Jatuh Cinta - Male Indonesia
Korban Counter Dependent akan Sulit Jatuh Cinta
MALE ID | Relationships

Ternyata, satu dari lima orang lajang, tidak pernah benar-benar jatuh cinta. Beberapa orang mengaku tidak membutuhkan romantisme. Sementara yang lain dikarenakan tidak menemukan seseorang yang cukup baik.

Male IndonesiaPhoto:Pexels.com

Perasaan cinta memang subjektif dan misterius. Ada beberapa orang merasa sulit menemukan perasaan cintanya. Bahkan dia menutup diri terkait perasaan ini.

Psikolog menyebutkan berbagai alasan penyebabnya. Anda mungkin memiliki harga diri yang rendah. Artinya, Anda tidak percaya bahwa seseorang bisa mencintai Anda, dan itu menghalangi Anda untuk mencintai seseorang juga.

Alasan lain adalah perfeksionisme. Anda mungkin memiliki gambaran yang ideal tentang seperti apa pasangan Anda seharusnya, dan tidak memberi kesempatan pada yang lain karena mereka tidak cocok dengan gambaran tersebut. Harapan Anda yang tinggi telah mencegah Anda jatuh cinta dengan mereka yang tidak sesuai harapan.

Jika belum berani menjalin asmara, sementara usia dan kepribadian sudah pantas, maka Anda disebut sebagai counter-dependent (kontra-ketergantungan). Beberapa tanda “korban” kontra-ketergantungan, dilansir dari brightside.me, yaitu kesulitan dekat dengan orang lain, merasa cemas berhubungan intim, selalu takut melakukan kesalahan, berusaha keras menjadi sempurna, menghindari dibantu orang lain, serta selalu sibuk dan fokus pada diri sendiri.

Problem Psikologis

Orang kontra-ketergantungan umumnya melepaskan diri dari keintiman dan keterikatan. Orang seperti itu sangat pendiam, mereka membutuhkan banyak ruang pribadi dan tidak suka berkumpul karena takut terungkap kerentanan atau kelemahannya.

Jika di luar, mereka biasanya terlihat normal. Tampak percaya diri, sukses, dan mandiri. Mereka selalu berusaha terlihat seperti ini. Mereka menunjukkan bahwa dirinya tidak membutuhkan siapa pun, meski belum sepenuhnya benar. Sementara bila di dalam, mereka sangat tidak aman, ada rasa membutuhkan, dan pesimis menjalin hubungan dengan seseorang.

Seperti kebanyakan masalah psikologis, semuanya kembali ke masa kecil mereka. Mereka mungkin pernah mengungkapkan kelemahan mereka di masa lalu tetapi diabaikan atau bahkan diolok-olok. Akibatnya, sejak anak-anak mereka beranggapan harus mampu mandiri tanpa campur tangan orang lain.

Penyebab umum perilaku counter-dependent adalah hilangnya keterikatan emosional dengan orang tua atau pelecehan terhadap seorang anak (fisik atau emosional). Kemudian anak itu mengasosiasikan kedekatan dengan penolakan dan rasa sakit. Trauma mereka mengajarkan mereka bahwa tidak aman untuk mempercayai siapa pun. Saat tumbuh dewasa, akhirnya mereka takut dekat dengan orang dan terbuka.

Bisa Diatasi

Hubungan romantis adalah tentang keintiman. Orang-orang yang tidak memiliki ketergantungan menghindarinya dengan menghalangi diri sendiri untuk tidak jatuh cinta dan menjauhkan orang-orang yang ingin dekat dengannya.

Beberapa orang merasa baik-baik saja dengan tidak membutuhkan hubungan. Mereka memutuskan fokus pada karier atau aspek lain dalam hidup mereka. Namun ada juga orang counter-dependent yang ingin mencari hubungan romantis tetapi tidak bisa berbuat apa-apa lantaran pembawaannya tersebut.

Ada beberapa hal untuk membantu atasi masalah ini. Misalnya, baca buku dan artikel psikologi, ajukan pertanyaan, renungkan ingatan dan perasaan Anda. Pahami diri Anda dan terima masalahnya.

Atau bergabunglah dengan kelompok/komunitas pendukung. Cobalah membicarakan perasaan Anda dan terbuka pada orang lain. Ini akan lebih mudah dilakukan jika berada di antara orang-orang dengan masalah serupa.

Anda mungkin juga bisa minta bantuan profesional jika merasa sulit mengatasi sendiri. Beri tahu mereka tentang problem Anda. Biarkan mereka membantu Anda menemukan inti masalahnya serta mengatasi perasaan tertekan Anda agar jadi lebih terbuka.

SHARE