McAfee Meluncurkan Fitur dan Fungsi Baru - Male Indonesia
McAfee Meluncurkan Fitur dan Fungsi Baru
MALE ID | Whats Up

McAfee mengumumkan hadirnya fitur dan fungsi baru bagi McAfee MVISION Unified Cloud Edge. Inovasi ini memberikan pendekatan keamanan yang unik dalam melawan ancaman ransomware dan phishing, dan juga mengintegrasikan teknologi isolasi peramban secara jarak jauh (remote browser isolation/RBI) pertama di dunia beserta stack keamanan yang berjalan real-time. 

McAfee memperkenalkan fitur pencegahan hilangnya data (data loss prevention/DLP) dan pengelolaan insiden antar perangkat, jaringan, web dan cloud. Dengan peningkatan keamanan ini, MVISION UCE sekarang mampu memberikan perlindungan yang lebih komprehensif dalam framework Secure Access Service Edge (SASE).

Manfaat SASE ini mampu secara dramatis mengurangi biaya dan kompleksitas yang seringkali identik dengan sistem keamanan enterprise, sambil tetap menjaga kelincahan bisnis agar maksimal dengan cloud.

Teknologi RBI dari McAfee memberikan perlindungan tingkat lanjut melawan ancaman berbasis web, antara lain ransomware dan phishing kredensial/identitas, sedangkan pengelolaan klasifikasi data dan insiden terpadu memperluas perlindungan ke manapun data berada, termasuk layanan cloud berjenis “shadow IT” maupun situs web.

“Seiring dengan meningkatnya adopsi arsitektur SASE karena keamanannya yang unik, perusahaan akan punya lebih banyak pilihan dalam teknologi yang mereka pilih,” kata Anand Ramanathan, vice president of product management, McAfee. 

Lebih lanjut, kata Ramanathan, organisasi yang memilih solusi berbeda-beda dari banyak vendor biasanya mengalami lonjakan biaya dan kompleksitas operasional. Dengan inovasi-inovasi ini, MVISION UCE mewujudkan komitmen McAfee dalam mengatasi lansekap ancaman keamanan digital yang selalu berevolusi, memberikan pengelolaan yang lebih ringkas, skalabilitas tinggi, penghematan biaya dan keamanan holistik dalam pengalaman yang terpadu.

"Kemampuan pengelolaan insiden terpadu (DLP) MVISION UCE akan tersedia di bulan November, dan pengguna akan diberi kesempatan untuk opt in akses versi beta dari RBI di bulan-bulan mendatang," tutur Anand Ramanathan.

SHARE