Polusi Udara Sebabkan Penyakit Neurodegeneratif - Male Indonesia
Polusi Udara Sebabkan Penyakit Neurodegeneratif
MALE ID | Sex & Health

Para ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa otak anak muda yang terpapar polusi udara menunjukkan tanda penyakit neurodegeneratif di batang otak mereka.

male IndonesiaPhoto: Pexels.com

Penyakit neurodegeneratif adalah penyakit progresif dari sistem saraf yang berhubungan dengan kerusakan sel-sel saraf yang mempunyai banyak fungsi mulai dari pengendalian gerakan, akuisisi, pengolahan informasi sensorik, pengambilan memori dan dalam membuat keputusan.

Kematian pada saraf ini merupakan masalah utama dalam berbagai penyakit saraf, seperti stroke, Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), Alzheimer, Parkinson, penyakit Huntington, multiple sclerosis, Cord Injury Spinal (SCI) atau kerusakan sumsum tulang.

Sama seperti penyakit degeneratif lainnya, penderita penyakit neurodegeneratif akan mengalami nyeri, gangguan gerakan, keseimbangan dan berpotensi mengalami kelumpuhan.

Penyakit yang menyerang sel saraf ini juga merupakan salah satu jenis penyakit mematikan. Bahkan sampai saat ini tidak ada obat atau penanganan untuk mengatasi penyakit ini. Penderita umumnya hanya menjalani perawatan untuk mengurangi efek gejala yang ditimbulkan.

 
 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC), The National Institute on Aging, and The National Institute of Neurological Disorders and Stroke, mengatakan bahwa Alzheimer, Parkinson, dan penyakit neuron motorik kemungkinan besar disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan.

Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa orang dewasa muda dan anak-anak yang terpapar polusi udara memiliki penanda penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, dan penyakit neuron motorik di batang otak mereka. Penyebab penyakit ini terdapat nanopartikel yang tampaknya berasal dari pembakaran internal kendaraan dan sistem pengereman.

Penelitian yang muncul dalam jurnal Environmental Research itu, dilansir dari medical news today, menyoroti perlunya berbuat lebih banyak untuk melindungi kaum muda dari efek polusi udara untuk menghindari “epidemi neurodegeneratif global”

Dalam studi baru-baru ini, para peneliti ingin melihat apakah dapat menghubungkan penyakit ini dengan indikasi polusi udara nanopartikel di batang otak individu. Di batang otak, para peneliti menemukan penanda tidak hanya untuk penyakit Alzheimer tetapi juga penyakit Parkinson dan penyakit neuron motorik. Penanda ini termasuk pertumbuhan sel saraf dan protein yang salah bentuk yang menyebabkan kusut dan plak.

Prof. Barbara Maher dari Lancaster University di Inggris, salah satu penulis penelitian tersebut mengatakan, nanopartikel kaya besi dan aluminium yang ditemukan di batang otak sangat mirip dengan yang terjadi pada partikel yang berasal dari pembakaran dan gesekan dalam polusi udara, termasuk debu, asap, keausan pengereman kendaraan, dan interaksi gas atmosfer yang dihasilkan kendaraan dan lokasi industri selama pembakaran.

Bagi para peneliti, kehadiran partikel dari polusi udara perkotaan dan penanda penyakit neurodegeneratif menjadi perhatian serius. Para peneliti khawatir bahwa epidemi penyakit neurodegeneratif dapat terjadi saat orang muda di seluruh dunia yang terpapar polusi udara bertambah tua.

Menurut Prof Maher, sangat penting untuk memahami hubungan antara nanopartikel yang Anda hirup atau telan dan dampak partikel kaya logam tersebut pada area berbeda di otak Anda.

“Temuan baru kami menunjukkan bahwa polutan udara apa yang terpapar pada Anda, apa yang Anda hirup dan telan, sangat penting dalam perkembangan kerusakan saraf. Dengan pemikiran ini, pengendalian sumber nanopartikulat polusi udara menjadi sangat penting dan mendesak,” kata Maher

SHARE