Nikmati Konten Ilegal Jadi Sasaran Kejahatan Siber - Male Indonesia
Nikmati Konten Ilegal Jadi Sasaran Kejahatan Siber
MALE ID | Digital Life

Daftar artis yang paling banyak ditelusuri merupakan peringatan bagi netizen Indonesia untuk lebih mewaspadai risiko hiburan gratis di ranah online. Konten mengenai artis populer dapat membuat netizen secara tidak sengaja mengklik tautan berbahaya.

Photo by Gustavo Fring from Pexels

Penggunaan media sosial dan layanan online kian meningkat di Indonesia, apalagi dengan adanya peraturan pencegahan Covid-19, seperti PSBB. Hal itu meningkatkan aktivitas mereka di berbagai perangkat dan menjelajahi internet untuk mencari berbagai macam hiburan. 

Pelaku kejahatan siber telah mengikuti tren ini dan melihat perilaku konsumen untuk mengembangkan strategi penipuan mereka. “Penjahat siber dengan cepat memanfaatkan ketertarikan konsumen pada budaya selebriti, menipu semakin banyak pengguna untuk mengakses situs atau konten berbahaya untuk mendapatkan hiburan gratis,” kata Shashwat Khandelwal, Head of Southeast Asia Consumer McAfee melalui keterangan tertulisnya. 

Pengguna, lanjut Khandelwal, mungkin tidak sepenuhnya menyadari risiko mereka di internet, dan seberapa bahaya kejahatan siber ini terlebih dengan adanya pencurian data pribadi. 

"Sangat penting bagi konsumen untuk belajar melindungi kehidupan digital mereka dari aktor kejahatan online dengan berpikir dua kali sebelum mengakses situs atau konten tertentu, terutama karena penjahat terus menerapkan praktik penipuan seperti situs palsu yang menawarkan konten gratis," jelas Khandelwal.

Lebih lanjut, kata Khandelwal, netizen Indonesia selalu ingin up-to-date dengan berita hiburan terkini yang melibatkan selebriti internasional dan lokal, seperti power couple Gigi dan Zayn, Aurel dan Atta, Raffi Ahmad, serta Adhisty Zara. Mengakses informasi dari internet dapat membuat mereka rentan terhadap serangan siber, terutama dengan munculnya iklan clickbait yang melibatkan nama-nama terkenal tersebut.

Dengan akses hiburan dan musik yang dibatasi oleh biaya berlangganan, orang Indonesia lebih memilih untuk mengunduh konten secara ilegal, sehingga berisiko menjadi korban kejahatan siber dan kehilangan informasi pribadi.

Konten Gratis Rentan Kejahatan Siber
Dengan adanya budaya mengunduh media secara ilegal di Indonesia, oknum penjahat siber secara cepat memanfaatkan selebriti terkenal dengan menanamkan malware atau situs jahat ke nama artis-artis internasional maupun lokal. Sangat penting bagi penggemar untuk menyadari risiko yang terkait dengan konten "gratis" untuk menghibur diri di masa pandemi, serta menjaga diri dari serangan malware tersebut. 

Banyak orang di Indonesia rela mencari cara untuk menghindari biaya langganan demi mengakses konten eksklusif dan populer di platform streaming video seperti Netflix atau Joox untuk menikmati drama, film atau lagu kesukaan mereka.

Terlepas dari ketersediaan lagu dan film populer melalui layanan streaming, dan akses konsumen ke lebih banyak konten daripada sebelumnya, banyak yang masih memilih untuk mempertaruhkan keamanan diri mereka dengan imbalan konten bajakan. 

Sangat penting bagi semua orang untuk memahami bahwa hal tersebut dapat membuka diri terhadap kejahatan siber yang semakin cerdas, seperti virus atau malware di torrent atau unduhan bajakan yang dapat menyebabkan kerugian yang lebih besar daripada biaya langganan platform resmi.

SHARE