Anak Muda dan Pekerjaan di Sektor Pertanian - Male Indonesia
Anak Muda dan Pekerjaan di Sektor Pertanian
MALE ID | Whats Up

Anak muda zaman sekarang, atau sering disebut sebagai “generasi milenial”, merupakan generasi usia kerja. Berdasarkan siaran pers yang dilakukan oleh Bappenas tahun 2017 pada tahun 2030-2040 Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi yang sangat besar, usia kerja mencapai 64% dari proyeksi total jumlah penduduk yang mencapai angka 297 juta jiwa atau dengan kata lain mencapai angka 190 juta jiwa usia kerja. 

Kontribusi demografi tersebut memiliki peranan yang sangat besar bagi perekonomian Indonesia di masa depan. Berdasarkan statistik penduduk tersebut, banyak anak muda yang tanggap terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta terus berlomba-lomba untuk mendirikan berbagai bisnis startup, dimana trend saat ini diantaranya adalah startup jasa pembuatan aplikasi, games, fintech, properti, sekuritas, dan lainnya.

Bagaimana pekerjaan di sektor pertanian? Berdasarkan Data BPS, jumlah tenaga kerja di sektor pertanian terus mengalami penurunan selama 5 tahun terakhir, dari 38,97 juta orang pada 2014 menjadi sebanyak 34,58 juta orang pada 2019, turun cukup signifikan sebesar 11,28%2. 

Fakta tersebut perlu menjadi perhatian penting, mengingat bahwa Program Pemerintah adalah mendorong terwujudnya Ketahanan Pangan dan bersiap akan adanya bencana kelaparan di masa yang akan datang berdasarkan hasil kajian FAO atau Organisasi Pangan Dunia. Dalam hal ini, generasi milenial berperan penting sebagai bagian dari kemajuan pertanian di masa depan.

Sebagai bagian dari generasi milenial, Stalino Saerang selaku Project Manager dari Nara Kupu Village (disingkat dengan NKV) turut ambil bagian untuk berpartisipasi mendukung program Pemerintah tersebut. Melalui NKV, peran milenial cukup dominan, dimana 60% pekerja merupakan generasi muda dan sisanya 40% berasal dari generasi tua. 

Komposisi ini, kata Stalino Saerang, diharapkan dapat mengoptimalkan proses transfer knowledge antar generasi. Generasi muda dapat mengenalkan teknologi pertanian kepada yang tua, kemudian yang tua dapat mewariskan pengalaman kepada generasi muda. 

"Dengan demikian, generasi muda dapat menerima tongkat estafet pertanian dengan baik, sehingga kita optimis Ketahanan Pangan di masa depan dapat terwujud secara bertahap," ucap Stalino Saerang.

Lebih lanjut, Stalino Saerang yang juga aktif di kepengurusan organisasi pemuda FKPPI (Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia) itu mengatakan, bahwa salah satu strategi NKV dalam meningkatkan peran milenial adalah merekrut generasi muda lulusan Sekolah Pertanian, dengan tujuan petani muda tersebut dapat saling berbagi ilmu antar pekerja dan masyarakat sekitar. 

"NKV, yaitu lahan yang dikelola swasta tidak hanya berjalan sendiri, akan tetapi turut membantu komunitas masyarakat sebagai upaya pendampingan, seperti membuat kelompok pertanian (Poktan), pemberian pupuk kompos, serta pemberian bibit. Ke depannya, NKV akan terus berinovasi untuk kemajuan sektor pertanian melalui sinergi petani antar generasi," tandas Stalino Saerang.

SHARE