Alasan Wanita Bertahan Meski Sering Disakiti - Male Indonesia
Alasan Wanita Bertahan Meski Sering Disakiti
MALE ID | Relationships

Bagi sebagian orang yang menjalani hubungan romansa, terkadang menemui perjalanan yang tak berjalan mulus dengan pasangan. Terkadang seseorang bisa memutuskan suatu hubungan bila memang sudah tak memiliki kecocokan dengan pasangan atau mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan.

Photo by Milan Popovic on Unsplash

Jika Anda menemukan fenomena, atau bahkan mungkin Anda sendiri yang mengalami, dimana sebagai wanita yang tetap bertahan mencintai seseorang yang belum tentu mencintainya kembali. Melansir laman The List, berikut ini 4 alasan wanita bertahan di hubungan yang salah meskipun sering tersakiti dan dikhianati.

1. Takut Sulit Mendapatkan Pasangan Lagi
Perasaan ketakutan hidup sendiri dan sulit menemukan pasangan dapat menjadi hal buruk bagi seseorang. Banyak wanita rela berpuas diri dengan hubungan yang tidak bahagia demi menghindari kesendirian. Alasannya wanita harus percaya, masih banyak pria yang siap menjadi pasangan yang baik.

2. Merasa Bisa Mengubah Pria
Alasan ini mungkin sering terdengar dari wanita yang bertahan dalam hubungan toxic. Wanita seperti ini percaya jika dirinya mampu merubah pria yang dia cintai atau pasangannya menjadi lebih baik. Namun sayangnya hal tersebut begitu sulit, karena merubah seseorang membutuhkan waktu yang lama dan harus dari kemauan dari orang tersebut.

3. Kurang Percaya Diri
Dalam banyak kasus, wanita jatuh cinta kepada pria karena merasa memiliki kekurangan dan terlalu merendahkan diri. Seperti survei yang diadakan Glamour mengungkapkan jika lebih dari 50 persen wanita tidak percaya diri dengan bentuk tubuh mereka dan 80 persen 'insecure' dengan dirinya sendiri ketika bercermin. 

Hal ini tentu membuat wanita merasa jika dirinya tidak cantik, tidak menarik, tidak cukup sukses dan sebagainya. Sehingga mudah puas ketika sudah mendapatkan pria walau pria tersebut bukanlah orang yang terbaik.

4. Memiliki Kebiasaan Sejak Kecil
Alasan lainnya adalah karena fenomena masa kecil yang berpengaruh pada saat dewasa. Seseorang cenderung memilih pasangan yang memiliki karakteristik serupa dengan orang tua mereka. Selain itu melihat kedua orang tua yang menjalani hubungan yang toxic juga berpengaruh bagi seseorang mengambil keputusan dalam hubungan romansa saat dewasa.

SHARE