Komunikasi Virtual dengan Kolega, Perhatikan Ini - Male Indonesia
Komunikasi Virtual dengan Kolega, Perhatikan Ini
MALE ID | Relationships

Di saat pandemi Covid 19 memaksa Anda terpaksa bekerja di rumah (WFH/work from home), maka salah satu cara komunikasi Anda dengan kolega dan klien adalah dilakukan secara virtual melalui aplikasi video call.

Male IndonesiaPhoto:Pexels.com

Namun komunikasi lewat jaringan internet tidak sesederhana dan sehangat komunikasi di dunia nyata. Karena melalui video call kita mungkin merasa agak sulit bersikap santai apalagi menampilkan karisma diri yang biasanya tampak di dunia nyata.

Jadi bagaimana Anda bisa membuat kolega atau mitra bisnis dan klien merasa hangat dengan pembicaraan bersama melalui sarana virtual? Berikut langkah sederhana yang harus Anda lakukan, dilansir dari bbc.

Persiapkan Diri

Persiapkan diri Anda sebelum melakukan pertemuan bisnis secara virtual. Hindari melakukannya di tempat tidur atau saat sedang makan, ini bukan ide terbaik.

“Pembicaraan melalui video call tidak dimaksudkan untuk menghabiskan waktu,” kata Sally Hogshead, mantan eksekutif periklanan dan penulis Fascinate: Your 7 Triggers to Persuasion and Captivation.

Pertemuan bisnis secara virtual biasanya dimaksudkan untuk menumbuhkan koneksi dan membangun ide. Untuk itu Hogshead merekomendasikan agar Anda menyiapkan catatan-catatan penting yang hendak dibicarakan.

“Jika Anda akan berbicara dengan kolega atau kolaborator baru, cari tahu apa riwayat mereka dan apa yang menarik atau memotivasi mereka,” kata Hogshead.

Atau jika mereka punya ide bagus, Anda bisa menggalinya untuk dibahas. Kenali kemampuan kolega Anda untuk menerima umpan balik.

Tersenyum

Pada tahun 1936, penulis dan dosen Amerika Dale Carnegie menerbitkan sebuah buku tentang bagaimana mendapatkan teman dan mempengaruhi orang-orang. Buku itu terjual lebih dari 15 juta eksemplar, menjadikannya salah satu buku bisnis paling populer sepanjang masa.

Di antara kiat Carnegie dalam buku itu adalah pentingnya tersenyum. Dia menjelaskan bahwa jika Anda tampak senang melihat seseorang, maka mereka pun akan senang melihat Anda.

Jadi meskipun obrolan di video itu melelahkan dan tentunya menghabiskan energi Anda, namun jika mimik Anda terlihat senang akan mengisyaratkan bahwa Anda tidak bosan atau muak dengan pembicaraan tersebut.

Temukan Kesamaan

Jika Anda dan lawan bicara bisa menemukan sejumlah kesamaan dalam beberapa pengalaman, hal itu menjadi langkah pertama untuk membuat obrolan lebih mengesankan.

"Saat saya mendapat pengarahan dari perusahaan melalui telepon, CEO yang hebat dapat menemukan kesamaan dalam waktu sekitar 15 detik," kata Nicholas Boothman, mantan fotografer dan penulis How to Make People Like You in 90 Seconds or Less.

“Jika Anda bisa membuat seseorang berkata, 'wow, saya juga', maka itu saja sudah cukup. Meski kami terpisah ribuan mil, memulai percakapan tentang gelombang panas yang kami berdua alami, membahas cuaca, meski terdengar klise, tetapi itu berhasil. Jadi, meskipun saat ini kami dibatasi video call, ternyata ada banyak pengalaman pandemi atau terkait cuaca yang menarik didiskusikan,” papar Boothman.

Latar Belakang Posisi Anda

Penting juga untuk mempertimbangkan seperti apa latar belakang posisi Anda. Jika Anda berbicara dengan kolega bisnis, Boothman menyarankan pilihlah latar belakang yang sederhana dan netral, seperti dinding atau rak buku.

Detail latar belakang akan membantu audiens Anda fokus pada apa yang Anda katakan. Sehingga mereka lebih cenderung mengikuti cerita Anda, terkesan dengan ide-ide Anda, atau bahkan tertawa lepas ketika ada obrolan yang lucu.

SHARE