Tampilan Keren Bisa Menghambat Karier, Kok Bisa? - Male Indonesia
Tampilan Keren Bisa Menghambat Karier, Kok Bisa?
MALE ID | Works

Ada berbagai faktor yang dapat menghambat karier seseorang. Entah sering terlambat datang ke kantor, pekerjaan tidak selesai tepat waktu, bolos kerja hingga menolak perintah dari atasan. Semua itu akan berpengaruh terhadap keberlangsungan karyawan di suatu perusahaan.

Male IndonesiaPhoto by Martin Péchy from Pexels

Supaya tidak menghambat karier Anda dan berujung pada pemecatan, kebiasaan buruk yang telah disebutkan di atas jangan pernah Anda lakukan. Junjung tinggi profesionalitas di tempat kerja. Sehingga, Anda semakin berkembang dan bisa saja mendapat kenaikan jabatan.

Lantas bagaimana jika karier Anda mandek alias stuck lantaran memiliki wajah good looking? Barangkali Anda sangat kaget mendengarnya, namun sebuah hasil penelitian mengatakan demikian.

Pria dengan wajah keren kecil kemungkinannya untuk mendapat promosi atau kenaikan jabatan dari atasan pria. Sebab, sang atasan menganggap mereka sebagai ancaman atau saingan. Sedangkan wanita justru sebaliknya, dimana wajah cantik mampu membuat mereka berpeluang dipromosikan ketimbang rekan kerja yang kurang menarik.

Penelitian tersebut mengatakan, atasan pria cenderung enggan mempromosikan bawahannya yang terkesan lebih menarik dari mereka sendiri. Menurut peneliti dari London School of Management University, pria yang dianugerahi wajah good looking dianggap kompeten. Namun di sisi lain, mereka merupakan ancaman serius di tempat kerjanya.

Alhasil, pria berwajah keren memilih menolak bersikap kompetitif yang memerlukan bakat individual, seperti sales atau investment banking. Mereka lebih suka terjun ke dalam pekerjaan yang menghargai kerja sama tim. Hal ini berpotensi melambungkan karier mereka di kemudian hari.

Dr. Sun Young Lee, salah seorang peneliti menyebutkan bahwa perusahaan atau organisasi pastinya ingin merekrut calon karyawan yang kompeten. Hanya saja, ketika mempekerjakan seseorang, perusahaan tidak mau para pendatang baru dapat melakukan sesuatu yang lebih baik dari mereka. Temuan tersebut berdasarkan percobaan dengan melibatkan 870 responden.

“Tiap manajer dipengaruhi oleh stereotip dan memperkerjakan seseorang atas dasar ketertarikan mereka sendiri. Itulah yang menjadi alasan mengapa organisasi tidak betul-betul mendapatkan kandidat paling kompeten.” tutur Dr. Lee.

Ia juga menyarankan, sudah seharusnya organisasi-organisasi menunjuk perusahaan lain sebagai rekrutmen eksternal atau pihak ketiga. Tujuannya agar menghindari keputusan pribadi yang merugikan nantinya.

Rupanya, memiliki wajah pas-pasan tidak selamanya merugikan Anda kan, MALEnials? Minimal, faktor penampilan tak menghambat karier Anda.

SHARE