Kencan Online Tak Selalu Berdampak Positif - Male Indonesia
Kencan Online Tak Selalu Berdampak Positif
MALE ID | Relationships

Manfaat kemajuan teknologi memang terasa di berbagai aspek kehidupan manusia, salah satunya dalam mencari pasangan hidup alias dengan cara kencan online. Hal ini diwakili oleh kemunculan sejumlah layanan kencan yang hadir baik dalam bentuk situs maupun aplikasi.

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Sejumlah layanan kencan online menawarkan bantuan kepada pada mereka yang memang kesulitan mencari pasangan di dunia nyata secara gratis dan mudah digunakan. Layanan ini memungkinkan penggunanya untuk memilih pasangan yang cocok, dengan jarak tertentu yang dapat disesuaikan.

Sejumlah pihak mungkin telah membuktikan berhasil bertemu dengan pasangan hidup ideal berkat layanan ini. Namun, layanan kencan online ini tidak hanya menyuguhkan kemudahan serta manfaat, namun juga memiliki dampak negatif. Salah satunya adalah menemukan orang dengan motif jahat.

Mengutip Psychology Today, salah satu studi menemukan tingkat kecocokan rendah, terutama di kalangan pria. Juga menurut data studi tersebut, sekitar 50 persen dari pengguna yang telah cocok tidak membalas pesan. Hal ini menyebabkan pengguna layanan kencan berpotensi merasa tidak disukai dan diabaikan.

Selain itu, studi ini juga menyebut bahwa sebagian pengguna menilai kencan pertama mereka tidak sesuai dengan ekspektasi, dan kerap merasa canggung, kasar dan tidak nyaman. Pengguna juga menyebut bahwa kerap mengalami kejadian tidak diinginkan saat bersama pasangan online dan menemukan perbedaan di aplikasi dan saat bertemu.

Dampak negatif lain yang kerap dialami pengguna ghosting, istilah yang mewakili kondisi saat pasangan mengakhiri hubungan secara tiba-tiba. Pasangan ini menghilang tanpa memberi kabar atau menggantung dan tidak berarti putus hubungan, disebut studi berpotensi besar dalam mengganggu kesehatan mental.

Selain itu, layanan kencan online juga disebut studi kerap menjadikan diri mereka mempertanyakan rasa berharga diri mereka karena pengguna kerap menerima penolakan. Pengguna juga disebut studi cenderung sulit setia, sebab terdorong untuk mengeksplorasi peluang yang tersedia di layanan tersebut.

Layanan kencan online juga memiliki potensi sebagai medium untuk melancarkan tipu daya, termasuk penipuan terkait karakteristik pribadi serta ketidakjujuran menyoal status hubungan, ataupun penyembunyian motif buruk. Hal ini diklaim studi dapat memperburuk kesehatan mental pengguna, akibat memicu berbagai hal buruk termasuk kurang percaya diri.

SHARE