Haruskah Pasangan Berhubungan Seks Setiap Hari? - Male Indonesia
Haruskah Pasangan Berhubungan Seks Setiap Hari?
MALE ID | Sex & Health

Banyak pasangan melihat berhubungan seks secara teratur sebagai komponen penting dalam sebuah hubungan. Tapi seberapa banyak seks yang harus dilakukan pasangan? Apakah harus setiap hari?

Photo by Jessica Gaudioso from Pexels

Sara Sloan, seorang terapis seks mengatakan, bahwa ketika berhubungan seks selama ada persetujuan, keamanan, dan antusiasme apa pun boleh. "Setiap pasangan dapat mengatur kecepatan kehidupan seks mereka sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka sendiri," tuturnya dalam laman Mindbodygreen.

Bisa dikatakan, neurobiologi seseorang tidak membedakan antara hasrat seksual dan cinta. Jadi ketika pasangan berhubungan seks kurang dari sekali dalam sebulan, kurangnya keintiman fisik ini sering tercermin dari perasaan terputus, yang banyak dialami sebagai perasaan tidak cinta.

Akan tetapi, kata Sloan, berhubungan seks setiap hari di sini bukan hanya berhubungan badan atau aktivitas di atas ranjang antara Mr P dan Ms V. "Penting bagi pasangan untuk memperluas definisi seks mereka untuk memasukkan bentuk lain dari keintiman seksual seperti sentuhan sensual, pijat sensual, stimulasi manual, dan pelukan telanjang," jelas Sloan.

Manfaat Seks Secara Teratur
Sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science menemukan bahwa kepuasan seksual pasangan tetap meningkat hingga 48 jam setelah hubungan seksual. Hasilnya mampu memprediksi dan meningkatkan kepuasan hubungan jangka panjang.

Berbicara secara fisiologis, alasan dari perasaan senang setelah berhubungan seks selama 48 jam berkaitan dengan kombinasi bahan kimia otak, termasuk oksitosin dan vasopresin, yang diproduksi saat berhubungan seks. 

Bahan kimia ini memainkan peran besar dalam efek ikatan pasangan dari tindakan seksual antara pasangan, itulah sebabnya banyak yang menyebut bahan kimia ini sebagai "obat mujarab kepercayaan," "hormon cinta," dan "hormon pelukan." Dan yang terpenting, tindakan seks yang menyenangkan dapat menciptakan efek ini, mulai dari pelukan telanjang hingga rangsangan manual.

Ada begitu banyak manfaat berhubungan seks secara teratur, dan manfaat tersebut juga berlaku untuk masturbasi, dari menurunkan stres hingga meningkatkan fungsi kognitif. "Semakin banyak kesenangan yang Anda alami, semakin baik suasana hati Anda," kata pelatih seks Ginger Hart. 

Seks Saat Pandemi Covid-19
Di tengah pandemi ini, seks bisa menjadi solusi dari kebosanan, pertengkaran, dan stres yang terjadi di antara pasangan yang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah bersama. Selama masa-masa sulit seperti ini, Anda perlu menemukan cara-cara kreatif untuk mencapai keadaan emosional, fisik, dan energik yang sangat besar seperti "pancaran cahaya" dan "perasaan senang".

Lalu pertanyaannya, apakah berhubungan seks setiap 48 jam tepat untuk Anda? Seberapa sering pasangan harus berhubungan seks semuanya tergantung pada bagaimana hubungan Anda saat ini dan bagaimana perasaan Anda sebagai pasangan tentang kehidupan seks Anda. 

Jika seks telah menjadi tempat yang menyakitkan bagi Anda sebagai pasangan atau jika pasangan Anda berurusan dengan libido yang lebih rendah saat ini yang mungkin lebih umum di tengah COVID-19, meminta berhubungan seks seringkali mungkin terasa seperti tekanan yang tidak diinginkan. 

Tetapi jika Anda berdua merasa lebih segar dan terinspirasi oleh gagasan untuk meningkatkan jumlah seks Anda, ini mungkin eksperimen yang menyenangkan untuk dicoba bersama. Apa pun yang mengaktifkan Anda secara seksual, apakah itu pijat sensual, membaca romansa, menonton film porno, atau segala jenis keintiman seksual, semuanya akan membuat Anda sehat secara fisik dan mental dan lebih bahagia dan terhubung sebagai pasangan.

SHARE