Melihat Minat Wisatawan di Tengah Pandemi Covid-19 - Male Indonesia
Melihat Minat Wisatawan di Tengah Pandemi Covid-19
MALE ID | Relax

Platform pemesanan daring hotel, RedDoorz menghimpun data tentang tren perjalanan domestik selama masa pandemi virus corona (Covid-19). Menurut hasil riset kuantitatif pelanggan RedDoorz, pelancong domestik telah merencanakan perjalanan setelah berakhir masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang berlanjut pada masa adaptasi kebiasaan baru.

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Dari 254 jawaban responden, persepsi bepergian setelah masa pandemi adalah 86,2 persen. Sedangkan, 13,8 persen menjawab tidak memungkinkan. Responden yang menjawab tidak memungkinkan bepergian setelah pandemi berjumlah 74,3 persen. "Turis domestik itu meningkat (perjalanan) akhir Mei hingga sekarang," kata Country Marketing Director RedDoorz Indonesia Sandy Maulana, katanya saat konferensi daring.

Mereka beralasan, situasi masih berisiko tinggi untuk melakukan perjalanan. Adapun 17,1 persen responden beralasan ingin menunggu hingga kehidupan benar-benar berjalan normal. Sedangkan 8,6 persen menunggu situasi keuangan pribadi membaik.

Responden yang menjawab memungkinkan melakukan perjalanan setelah pandemi, 39,7 persen, menjadikan traveling sebagai hobi. Kemudian, 23,7 persen menjawab traveling adalah bagian dari pekerjaan. Responden yang menjawab sudah memiliki acara penting, sehingga beralasan memungkinkan bepergian 18,3 persen.

Adapun 15,2 persen ingin bepergian untuk kebutuhan staycation. Responden menyampaikan alasan untuk memesan hotel setelah pandemi adalah 55,1 persen mencari suasana hiburan baru. 

Sedangkan, 23,3 persen ingin melakukan perjalanan bisnis. Adapun 13 persen ingin memesan hotel untuk staycation. "Ada kebutuhan (bepergian) liburan atau business traveler (pelancong bisnis)," ucap Sandy.

Ia menambahkan, pelancong yang ingin merencanakan bepergian itu beragam. "Ada yang (pemesanan akomodasi) untuk nanti tiga bulan atau enam bulan ke depan," katanya.

Minat pencarian hotel pun mempertimbangkan jarak yang terjangkau. Menurut Sandy, hal itu berkaitan dengan lokasi akomodasi bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi. Kemudian, pertimbangan sanitasi penginapan. "Mereka mencari standardisasi yang terjaga kebersihan," ujarnya.

Tempat Liburan Pasca Pandemi
Pada tanggal 1 hingga 15 Juli 2020 lalu, startup marketplace yang bergerak khusus di bidang pariwisata, OpenTripID melakukan survei terbuka di website resmi Open-Trip.id. Salah satunya tempat-tempat wisata yang ingin didatangi plencong pasca pandemi corona.

Dari survei tersebut banyak yang memilih untuk berwisata di dalam negeri dibandingkan luar negeri. Dengan persentase 73 persen untuk wisata dalam negeri dan 27 persen untuk wisata luar negeri.

Sementara untuk tujuan wisata, 51 persen memilih untuk liburan di pantai, 30 persen wisata pegunungan, 12 persen untuk wisata kuliner dan 7 persen untuk wisata modern seperti mall atau taman rekreasi. Untuk destinasinya, empat teratas yang dipilih ialah Bromo, Kawah Ijen, Yogyakarta dan Bali.

Hal menarik lainnya, dari 1005 koresponden, 36 persen memilih menggunakan pesawat sebagai moda transportasi dan 12 persen memilih bus. Sementara orang yang memilih menggunakan kereta dan kendaraan pribadi memiliki persentase sama yakni 26 persen.

Soal lama waktu liburan, 57 persen menginginkan liburan selama tiga hari, 17 persen satu atau dua hari dan sisanya lebih dari tiga hari. Kebanyakan mengatakan waktu tiga hari adalah waktu yang pas untuk berwisata.

Bicara masalah kesehatan, hampir 100 persen (94 persen) mengatakan peduli terhadap protokol kesehatan selama liburan. Sedangkan sisanya mengatakan tidak tahu. 

SHARE