Mengubah Mindset Kebetulan Menjadi Keberuntungan - Male Indonesia
Mengubah Mindset Kebetulan Menjadi Keberuntungan
MALE ID | Works

Melihat makna dalam hal yang tidak terduga dapat membantu mengubah suatu kebetulan menjadi peluang. Ini kata peneliti Dr Christian Busch. Busch memiliki kehidupan yang beruntung. Dia lolos dari kecelakaan mobil yang dahsyat pada usia 18 tahun.

Male IndonesiaPhoto: Pexels.com

Mobil itu rusak tetapi dia berjalan pergi tanpa sedikit pun goresan di tubuhnya. Faktor kebetulan? Sejak itulah dia mengubah pola pikirnya. “Saya mengubah hidup saya. Sebelumnya saya adalah remaja sembrono yang hidup bersenang-senang. Kecelakaan itu menanamkan rasa urgensi untuk mencoba menemukan makna,” ujarnya, dilansir dari the guardian.

Busch mengaku, keberuntungan terus memainkan peran positif dalam hidupnya. Sebagai wirausahawan, peneliti, dan pembangun komunitas, dia juga ikut mendirikan beberapa perusahaan sosial dan mengajar di Universitas New York dan London School of Economics. Tentu dia menyadari bukanlah satu-satunya yang beruntung di antara teman dan koleganya. Nyatanya, banyak orang paling sukses dan paling bahagia yang dia temui juga tampak beruntung secara permanen.

Mereka, kata Busch, tampaknya memiliki mata tajam melihat peluang dan memanfaatkan hal-hal yang tidak terduga dengan menghubungkan titik-titiknya menjadi keberuntungan. Busch melihat begitu banyak sisi kehidupan dipengaruhi oleh hal-hal yang tidak direncanakan dan tidak terduga.

Menurut dia, peristiwa tak terduga, pertemuan tak terduga, dan kebetulan yang aneh bukan hanya gangguan kecil atau menguji ketabahan dalam hidup kita. Melainkan juga menjadi faktor kritis, yang menimbulkan kekuatan  untuk membuat perbedaan terbesar dalam hidup kita.

Bahkan dalam dunia penelitian ilmiah, kekuatan yang tidak terduga sering kali berperan. Studi menunjukkan bahwa sekitar 50% dari terobosan ilmiah besar muncul sebagai akibat dari kecelakaan dan kebetulan.

Sebut saja seperti Viagra, sinar-X, nilon, Velcro, oven karet dan microwave, adalah hasil penemuan dari “kecelakaan” yang beruntung. Demikian pula, banyak orang-orang sukses di dunia memuji kebetulan adalah sebagian besar kesuksesan mereka.

Jika Anda membaca kisah dibalik kesuksesan Warren Buffet, Richard Branson, Oprah Winfrey dan Arianna Huffington, semuanya percaya bahwa mereka beruntung setelah memanfaatkan peluang kebetulan.

Kita pun dapat mengembangkan pola pikir kebetulan. Caranya adalah membangun kesadaran akan hal-hal yang tidak terduga. Kita harus lebih menangkap apa makna di balik hal yang tidak terduga, daripada melihatnya sebagai sesuatu yang memicu kecemasan.

“Segala sesuatu yang tidak terduga dapat memicu kecemasan, tetapi akan membantu jika Anda mengubahnya menjadi, 'Oh, itu tidak perlu menjadi ancaman'. Mungkin ada sesuatu

yang indah di balik hal tidak terduga, walau belum dirasa saat itu juga. Jika kita dapat menyesuaikan diri dengan berpikir bahwa hal yang tidak terduga bisa menjadi sekutu kita, maka kita bisa mengubahnya menjadi sesuatu dengan menghubungkan titik-titiknya,” kata Busch.

Apa yang dimaksud “menghubungkan titik-titik?” Menurut Busch, saat itulah peristiwa yang tampaknya tidak berhubungan berkumpul di depan Anda, kemudian Anda dituntut untuk membentuk pola baru. Yang terpenting adalah wawasan, inovasi, atau solusi baru untuk menghadapi masalah tersebut. Buka mata Anda, apakah ada peluang untuk Anda letakkan pada tempat yang tepat dan waktu yang tepat.

“Dengan kasus Covid sekarang ini, misalnya, pembuat bir di sini (di Jerman) yang biasanya menjual alkohol ke restoran, kini tidak bisa lagi karena semuanya tutup. Tetapi mereka berkata, 'Oke, kita punya alkohol, kenapa kita tidak membuat pembersih tangan?” kata Busch.

SHARE