Fatal Akibatnya Sering Menahan Buang Air Kecil! - Male Indonesia
Fatal Akibatnya Sering Menahan Buang Air Kecil!
MALE ID | Sex & Health

Kebiasaan menahan kencing membuat perut bagian bawah terasa penuh. Bahkan beberapa orang bisa melakukannya hingga berjam-jam lamanya. Namun, apakah hal itu tergolong aman atau justru mendatangkan bahaya?

Male IndonesiaPhoto by Sasikan Ulevik on Unsplash

Kandung kemih adalah tempat penampungan urine yang sudah siap dibuang dari dalam tubuh. Sifatnya sangat elastis, sehingga dapat meregang lebih besar apabila isinya semakin banyak dan kembali ke ukuran normal saat kosong. Orang pun menjadi nyaman, kebiasaan menahan kencing tak terhindarkan.

Rata-rata orang dewasa yang sehat mampu menahan sekitar 450 ml urine di dalam kandung kemih. Seiring bertambahnya usia, kemampuan menampung air kencing juga semakin tinggi.

Ketika kita merasa ingin kencing, tandanya kandung kemih sudah mulai penuh dengan cairan. Respon ini melibatkan banyak otot, organ dan sistem saraf yang bekerja untuk memberi tahu kapan kita harus pergi ke kamar mandi.

Seperti dilansir dari Healthline, saat kandung kemih hampir setengah penuh, saraf di sekitarnya akan aktif bertugas memberi tahu otak. Otak mendapat sinyal dan memberi perintah bagi tubuh agar segera buang air kecil.

RELATED ARTICLES

Jika Anda punya kebiasaan menahan kencing, secara langsung Anda sedang melawan sinyal yang diberikan kandung kemih. Semakin meregangnya kandung kemih, tubuh merasa tidak nyaman.

Memang betul, bahwa kandung kemih mampu meregang dan menampung urine hingga 1.000 ml. Tetapi, pada beberapa kasus menahan kencing, kandung kemih bisa pecah dan memperbaikinya butuh pembedahan khusus. Beruntung, hal seperti ini cukup jarang terjadi.

Kita masih boleh menahan kencing, asalkan tidak terlalu lama dan hanya melakukannya sesekali saja. Sebab, secara normal tubuh punya kemampuan alami menahan air kencing keluar dari kandung kemih.

Terkait berapa lama waktu menahan urine sebenarnya tidak ada aturan baku karena bervariasi dari satu orang ke orang lain. Tergantung pada respon saraf, usia serta jumlah cairan yang dihasilkan. Kendati demikian, kita tetap tidak disarankan menahannya terlalu lama.

Nazia Bandukwala, seorang ahli urologi menyarankan agar kita buang air kecil secara teratur, setidaknya setiap tiga jam sekali, terlepas apakah kita sedang ingin buang air atau tidak.

Nah, kebiasaan menahan kencing terlalu lama akan mengakibatkan urine sangat cepat. Kondisi tersebut dapat memaksa kerja berlebih pada otot dasar panggul. Alhasil, kandung kemih mengalami nyeri atau inkontinensia urine.

“Menahan kencing juga bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih. Ketika kita tidak mengosongkan kandung kemih yang penuh bakteri di dalamnya, maka semakin banyak bakteri menetap dan berkembang,” tutur Nazia.

SHARE