Mengubah Perkenalan Menjadi Teman Baik - Male Indonesia
Mengubah Perkenalan Menjadi Teman Baik
MALE ID | Relationships

Ingin punya teman baik (sahabat) tentu butuh perjuangan. Namun tak sedikit orang (usia remaja dan dewasa) mengeluh kesulitan mendapatkan teman dekat. Menurut psikolog West Los Angeles, David Narang, mereka berharap ikatan ini terbentuk dengan mudah seperti mereka pada masa kanak-kanak.

Male IndonesiaPhoto: Pexels.com

“Di masa kanak-kanak dan di awal masa remaja, kami dikumpulkan bersama setiap hari selama berjam-jam di sekolah. Di luar jam pelajaran, kita merasa leluasa untuk berbicara atau berkumpul,” kata Narang yang juga penulis Leaving Loneliness.

“Kebersamaan itu memberi kami kesempatan untuk melalui waktu dan pengalaman, sehingga memungkinkan kami secara alami tertarik satu sama lain yang kami rasa nyaman dan saling ingin tahu,” lanjutnya.

Namun seiring bertambahnya usia, peluang-peluang hubungan seperti itu mulai mengering. Kini kita perlu agak berjuang untuk mendapatkan sahabat yang bisa diajak duduk santai bersama, asyik bersenda gurau, bicara dari hati ke hati, saling pengertian dan kita merasa nyaman dengannya.

Apakah Anda sudah punya teman dekat seperti itu? Berikut ini beberapa saran dari pakar untuk membantu mewujudkannya, dilansir dari HuffPost.

Buat Rencana di Luar Tempat Biasa

Jika Anda punya kenalan di kelas yoga, tanyakan apakah mereka ingin pergi ke pasar buah-buahan. Atau undang dia untuk pergi makan siang. “Pada dasarnya, Anda harus mengubah konteks di luar tempat yang Anda biasa berinteraksi dengannya,” kata psikolog dan pakar persahabatan di Washington DC, Marisa G Franco.

”Dengan memvariasikan konteks tempat kita berinteraksi akan memungkinkan untuk  memunculkan sisi-sisi berbeda dari diri kita,” jelasnya. Mulailah dengan ungkapkan hal-hal lebih kecil, kemudian hal-hal yang lebih besar, dari waktu ke waktu, guna menumbuhkan keintiman.

Sama seperti tanaman yang butuh pot lebih besar untuk terus tumbuh, begitu pula dengan perkenalan untuk menjadi persahabatan. Misalnya, Anda punya teman di tempat kerja, dan Anda melihatnya setiap hari. Tetapi pot yang Anda gunakan untuk tanaman itu kurang besar, maka pertemanan Anda hanya tumbuh sebagaimana ukuran pot itu.

“Jika Anda ingin menjadi persahabatan yang lebih besar dan lebih dalam, Anda perlu mengubahnya ke konteks yang lebih besar. Anda mungkin perlu membawanya ke rumah Anda. Atau undang mereka untuk bertemu keluarga Anda, itu adalah pot yang lebih besar,” kata peneliti hubungan, Ryan Hubbard.

Bergaul Secara Konsisten

Berinteraksi secara teratur adalah cara membangun dan memelihara hubungan lebih baik.  “Kita cenderung lebih menyukai orang saat mereka menjadi lebih akrab dengan kita,” kata psikolog Marisa G Franco.

Namun jika Anda belum siap untuk berinteraksi dan hangout secara empat mata, mulailah dengan cara undang kenalan itu bergabung bersama Anda dan beberapa orang lainnya dalam pertemuan kelompok kecil. Ini bisa mencairkan suasana agar Anda bisa mengenalnya lebih dekat.

“Lihat apakah ada aktivitas menyenangkan yang bisa Anda mulai dengan kenalan itu bersama beberapa orang lainnya, seperti makan malam, menonton sepak bola, atau berbagi konten YouTubes,” kata David Narang.

Jika kenalan itu menyukainya, Anda bisa melakukan kegiatan tersebut secara konsisten, dan dia pun akan mengungkap beberapa aktivitas yang disenanginya. Saat Anda semakin mengenalnya dari waktu ke waktu, akan mulai terasa alami mengakrabkan diri. Rencana pertemuan berikutnya akan mempererat Anda bersahabat dengannya.

SHARE