Bagaimana Alkohol Mengganggu Hormon Testosteron? - Male Indonesia
Bagaimana Alkohol Mengganggu Hormon Testosteron?
MALE ID | Sex & Health

Mengonsumsi alkohol secara berlebihan berdampak negatif pada hampir setiap aspek kesehatan tubuh manusia. Kesehatan hormon salah satunya, termasuk testosteron.

Male IndonesiaPhoto by Julia Nastogadka on Unsplash

Testosteron adalah hormon seks pria yang utama. Hormon ini memberi pria fitur maskulin dan memainkan peran penting dalam pertumbuhan otot dan tulang serta perkembangan sperma. Lantas bagaimana alkohol memperburuk testosteron?

Ada tiga kelenjar yang dibutuhkan untuk produksi testosteron pada pria yaitu hipotalamus, kelenjar hipofisis anterior, dan testis. Hipotalamus melepaskan hormon yang disebut hormon pelepas gonadotropin (GnRH), yang bekerja pada kelenjar hipofisis anterior. Kelenjar hipofisis anterior kemudian melepaskan hormon luteinizing (LH) dan hormon perangsang folikel (FSH). Merespon LH dan FSH, testis kemudian mensintesis testosteron.

Alkohol dapat mengganggu produksi testosteron dengan mengganggu ketiga kelenjar tersebut. Peminum berat lebih cenderung memiliki fungsi testis yang buruk daripada orang yang mengonsumsi alkohol dalam jumlah sedang. Pria peminum berat biasanya dianggap lebih dari 15 gelas seminggu.

Pria peminum berat lebih cenderung mengalami disfungsi ereksi, kadar testosteron rendah, dan libido rendah. Penyalahgunaan alkohol kronis bisa merusak sel leydig di testis Anda, yang bertanggung jawab atas produksi testosteron. Alkohol juga dapat mengganggu pelepasan LH, FSH, dan GnRH.

Konsumsi alkohol dalam jumlah sedang tidak sampai memiliki efek jangka panjang pada kesehatan reproduksi atau kadar testosteron. Konsumsi alkohol dalam jumlah sedang yaitu tidak lebih dari 2 gelas dalam satu hari.

ResearchTrusted Source, dilansir dari healthline, telah menemukan bahwa testosteron dapat turun hanya dalam 30 menit setelah konsumsi alkohol. Dalam sebuah penelitian, pria sehat diberi sekitar 0,5 liter wiski per hari selama 30 hari. Kadar testosteron mereka kemudian dibandingkan dengan pria alkoholisme kronis.

Hasilnya, kadar testosteron pria sehat mulai turun pada hari ketiga dan mencapai tingkat yang sama dengan pria alkoholisme pada akhir bulan.

Gejala testosteron rendah pada pria dewasa yaitu libido rendah, kelesuan, depresi, disfungsi ereksi, infertilitas, hilangnya rambut pada tubuh atau wajah, hilangnya massa otot,

kehilangan massa tulang, dan konsentrasi yang buruk.

Alkohol Rusak Sperma

Alkohol juga merusak fungsi sel sertoli di testis Anda. Sel-sel ini dibutuhkan untuk pematangan sperma. Perkembangan sperma disebut spermatogenesis. Baik testosteron dan FSH berperan dalam spermatogenesis.

Gangguan pada hormon ini dapat menyebabkan penghentian spermatogenik. Akibatnya, perkembangan sperma terganggu dan menyebabkan konsentrasi sperma rendah dalam air mani.

Sebuah studi tahun 2017 yang mengamati 16.395 pria sehat menemukan bahwa meminum alkohol berlebihan dapat berdampak negatif terhadap volume air mani dan morfologi sperma. Konsumsi alkohol dalam jumlah sedang tidak memiliki pengaruh yang signifikan pada kedua parameter tersebut.

Studi lain yang mengamati 8.344 pria sehat dari Eropa dan Amerika Serikat juga menemukan bahwa asupan alkohol dalam jumlah sedang tidak memengaruhi kualitas air mani.

Berapa lama setelah menghentikan alkohol untuk kembali normal? Bergantung pada seberapa banyak dan berapa lama Anda minum, pemulihan bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Beberapa kerusakan mungkin bisa permanen.

Diperlukan lebih banyak penelitian pada subjek manusia untuk lebih memahami sejauh mana sistem reproduksi manusia dapat menyembuhkan dirinya sendiri. Menerapkan gaya hidup sehat secara keseluruhan setidaknya dapat membantu mendukung pemulihan Anda.

Menghindari junk food, mengonsumsi makanan yang seimbang, berolahraga secara teratur, dan tidur yang cukup juga dapat membantu Anda mempertahankan kadar hormon agar optimal.

SHARE