Alasan Mobile Banking Penting Bagi Konsumen - Male Indonesia
Alasan Mobile Banking Penting Bagi Konsumen
MALE ID | Works

Di dunia digital saat ini, mayoritas eksekutif bank dari lembaga keuangan kecil dan besar menyadari betapa pentingnya memiliki kehadiran pembayaran seluler yang menarik dan bermanfaat bagi pelanggan mereka.

Photo by Obsahovka Obsahovka from Pexels

Dan bagi para eksekutif yang belum memahami betapa pentingnya kehadiran tersebut bagi konsumen digital saat ini, Citi mengeluarkan studi yang menarik untuk itu, di mana dari 2.000 orang dewasa AS yang disurvei, penggunaan aplikasi mobile banking menduduki peringkat ketiga (31 persen) di belakang hanya media sosial (55 persen) dan aplikasi cuaca (33 persen).

Poin data khusus itu mendukung beberapa pandangan tingkat tinggi yang diucapkan para bankir di konferensi industri selama dua tahun terakhir karena merek lebih menekankan pada pengalaman pelanggan digital. 

"Aplikasi mobile banking dapat menjadi titik sentral dalam kehidupan digital konsumen. Dan bank sekarang lebih dari sebelumnya bersaing dengan lembaga non-keuangan seperti perusahaan media sosial, pengecer, dan lainnya (ojek online) dalam hal memberikan pengalaman seluler yang ideal," tulis survei Citi.

Dalam laman Mobilepaymentstoday, Alice Milligan, chief digital client experience officer Citi mengatakan, dengan adanya mobile banking ia menyoroti tiga tren dari survei yang dibuatnya. Pertama, responden survei yakin bahwa mereka mendapatkan keuntungan dari kemudahan yang ditawarkan kepada mereka dari mobile banking.

Rata-rata, responden memperkirakan mereka menghemat sekitar 45 menit sebulan karena mobile banking memungkinkan mereka untuk memeriksa keuangan mereka dari kursi di rumah (75 persen), di tempat tidur (47 persen), atau di meja kerja (36 persen).

Citi bahkan melontarkan stat tentang bagaimana 19 persen milenial yang mengikuti survei mengatakan mereka menggunakan mobile banking saat berkencan. Misalnya untuk membeli kado untuk ulang tahun pasangan hanya dengan membayar online via aplikasi (cashless).

Kedua, kepercayaan konsumen terhadap lembaga keuangan juga tetap tinggi, yang menjadi tema berulang dalam survei serupa. Citi menemukan bahwa 87 persen responden akan mempercayai bank tradisional menangani informasi keuangan mereka daripada lembaga keuangan non-bank. 

Milligan mengatakan, ini adalah sesuatu yang harus lebih dikenali oleh industri perbankan karena perusahaan fintech terus menekan lembaga keuangan tradisional dengan penawaran inovatif melalui saluran digital. "Saya pikir itu adalah keuntungan bagi bank tradisional karena kami mengimbangi dan terus berkembang dengan teknologi baru untuk membantu pelanggan memecahkan masalah mereka," katanya. 

SHARE