Berapa Besar Segitiga Cinta dalam Hubungan Anda? - Male Indonesia
Berapa Besar Segitiga Cinta dalam Hubungan Anda?
MALE ID | Relationships

Suatu hubungan asmara biasanya melewati banyak fase dan banyak emosi yang terlibat selama menjalani hubungan tersebut. Ada banyak teori tentang jenis cinta dan emosi yang terkandung di dalamnya. Seperti teori psikologis segitiga cinta Sternberg yang mengangkat tentang tiga komponen utama dalam hubungan cinta.

Male IndonesiaPhoto: Pexels.com

Dikembangkan sepanjang tahun 80-an dan 90-an oleh seorang psikolog, Profesor Robert Sternberg PhD, teori segitiga cinta mengidentifikasi tiga komponen utama cinta yaitu keintiman, gairah, dan keputusan/komitmen.

Masing-masing dari ketiganya mencakup emosi yang berbeda, dan ketiganya menghasilkan apa yang disebut Sternberg sebagai cinta yang sempurna. Teori tersebut, dilansir dari mindbodygreen, baru saja terbukti universal melalui penelitian terhadap lebih dari 7.300 orang di 25 negara.

Keintiman

Dalam teori segitiga cinta Sternberg, keintiman dalam suatu hubungan berkaitan dengan seberapa dekat, terhubung, dan mempercayai perasaan seseorang terhadap orang lain. Ini juga berkaitan dengan komunikasi, yaitu seberapa baik Anda dapat melakukannya. Secara keseluruhan, ini tentang perasaan kedekatan dan koneksi, atau “Seberapa intim dan terikat dengan orang lain,” kata Sternberg.

Gairah

Gairah adalah tentang betapa bergairahnya hubungan itu. Ini mencakup “Seberapa bersemangat seseorang dalam memikirkan atau berada bersama pasangan,” kata Sternberg, atau “Seberapa besar seseorang merasa benar-benar membutuhkan pasangannya.”

Tentu saja, ini juga berhubungan dengan ketertarikan seksual. Ketika kita memiliki hubungan yang terasa menggetarkan dan mudah terobsesi, itu juga termasuk gairah.

Komitmen

Elemen ketiga dari teori segitiga cinta adalah komitmen, atau “Sejauh mana seseorang berada dalam hubungan untuk kebaikan,” jelas Sternberg. Ada komponen keputusan dalam jangka pendek, yang mengarah pada komitmen jangka panjang. Sternberg menggambarkannya sebagai tingkat di mana seseorang mengatakan “Ini dia, saya tidak perlu lagi terus mencari!” dan memilih untuk melanjutkan kemitraan.

Menariknya, ketiga komponen tersebut dapat berinteraksi dengan cara yang berbeda, yang mengarah pada jenis cinta yang berbeda. Seorang terapis pernikahan dan pendidik seks bersertifikat, Lexx Brown-James, mengatakan, "Hubungan tanpa keintiman dan gairah yang semata-mata memiliki komitmen, disebut cinta kosong. Hubungan ini dapat bertahan, namun pasangan tersebut mungkin lebih terlihat seperti teman sekamar daripada kekasih.”

Ketiga komponen tersebut, oleh Sternberg, diuraikan menjadi delapan kombinasi cinta. Yaitu,

jika tak ada satu pun dari ketiganya = non-cinta. Keintiman = persahabatan. Gairah = cinta yang tergila-gila. Komitmen = cinta kosong. Keintiman + gairah = cinta romantis. Keintiman + komitmen = cinta pendamping. Gairah + komitmen = cinta yang bodoh. Keintiman + gairah + komitmen = cinta yang lengkap atau sempurna.

Lantas bagaimana mengetahui jenis cinta yang Anda miliki? Perlu dicatat bahwa setiap hubungan akan memiliki keseimbangan ketiga komponen tersebut. Tetapi menurut Sternberg, “Hubungan yang berbeda menonjolkan aspek yang berbeda. Jika Anda merasa seperti persahabatan mendominasi, Anda mungkin mengkhususkan diri pada keintiman. Jika Anda merasa seperti seks mendominasi, Anda mungkin mengalami cinta yang tergila-gila, dan sebagainya."

Nah, seberapa besar keintiman, gairah, dan komitmen yang ada dalam hubungan Anda? Untuk mencari tahu mana dari delapan kombinasi yang Anda miliki, pertimbangkan ketiga komponen tersebut dan sejauh mana mereka hadir dalam hubungan Anda. Dengan berupaya memperkuat ketiga komponen tersebut, maka hubungan Anda akan menjadi lebih baik karenanya.

SHARE