Produktivitas Sandhy Sandoro Selama Pandemi Corona - Male Indonesia
Produktivitas Sandhy Sandoro Selama Pandemi Corona
MALE ID | News

Pandemi Covid-19 memaksa semua orang untuk lebih banyak beraktivitas di rumah masing-masing. Bahkan lebih parahnya beberapa orang pun kehilangan pekerjaannya akibat dari pandemi ini, tak terkecuali musisi Sandhy Sondoro.

Photo: doc,Male Indonesia/ist

Sandhy Sondoro mengakui kehilangan pendapatan karena tak bisa manggung semasa pandemi virus korona atau covid-19. Dia hanya mengandalkan sisa tabungan dan royalti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

"Job hampir enggak ada karena PSBB. Alhamdulillah ada tabungan dan dari royalti," kata Sandhy dalam jumpa pers Virtual Konser 75 Persembahan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI).

Lebih Produktif
Sandhy menyebut hal ini cukup berat dilalui sebagian besar musisi termasuk dirinya. Ini karena pendapatan musisi umumnya paling besar diterima dari pertunjukkan konser. Namun ini harus dilewatinya guna memutus rantai penyebaran covid-19. 

"Intinya tantangannya menolong diri sendiri dan orang lain. Demi kemanusiaan bangsa ini bisa survive dalam menghadapi pandemi ini," terang dia.

Sandhy juga mengaku banyak hikmah yang didapatkannya semasa pandemi covid-19. Dia jadi makin produktif menulis lagu dari rumah. Pandemi covid-19 membuat Sandhy lebih gemar mengulik instrumen musik yang dimilikinya selama ini.

"Sebenarnya keuntungannya banyak, tulis lagu dan mendekatkan diri pada instrumen saya. Biasanya sedikit banget punya waktu mendekatkan diri sama instrumen. Biasanya saya beli gitar dan taruh di studio aja," papar dia.
 
Selain banyak menyiptakan instrumen dan lagu, pelantun "Malam Biru" ini memaparkan, pandemi covid-19 juga membuatnya lebih kreatif dalam menjalani hari-harinya dari rumah, seperti halnya memasak. 

"Saya, tuh, banyak melakukan hal-hal yang eksperimental. Karena, saya sendirian kan di rumah, jadi saya sering masak. Sekarang, saya semakin kreatif membuat menu-menu gitu. Ya, dinikmatin aja gitu," ucap Sandhy.

Ke Jerman Saat Pandemi
Sandhy Sandoro juga bercerita bahwa, di mana seharusnya orang tidak keluar rumah, ia justru terpaksa untuk keluar rumah. Bahkan ke luar negeri. Ia pun menceritakan seperti apa pengalamannya meninggalkan Indonesia di masa ini. "Jadi, pertengahan Juni kemarin saya harus balik ke Jerman. Saya nekat karena memang ada hal urgent yang harus saya lakukan," ungkap Sandhy.

Personel Trio Lestari itu mengaku, bepergian ke Jerman di masa pandemi sangat tidak mudah. Sebab, ada prosedur panjang protokol kesehatan yang harus dilakukan. "Jadi, sebelum ke sana, saya ambil PCR test dulu, swab test dulu. Baru setelah itu bisa terbang ke Berlin," tuturnya. 

Sesampainya di Jerman, Sandhy Sondoro pun tak bisa langsung melakukan aktivitas. Ia harus terlebih dahulu berdiam di rumah untuk memastikan diri tidak terjangkit COVID-19. "Saya 14 hari karantina diri di apartemen sendirian. Setelah itu baru bisa keluar. Terus, saat mau ke sini juga saya PCR lagi dan sampai sini, 14 hari lagi karantina mandiri di rumah," kata Sandhy.

SHARE