BASE Entertainment Garap FIlm Akhirat-A Love Story - Male Indonesia
BASE Entertainment Garap FIlm Akhirat-A Love Story
MALE ID | Whats Up

Setelah sukses dengan film “Perempuan Tanah Jahanam” dan “Guru-Guru Gokil”, BASE Entertainment bekerja sama dengan Studio Antelope mengumumkan film terbaru yang akan segera diproduksi, “Akhirat-A Love Story”. 

Film “Akhirat-A Love Story” akan dibintangi oleh Adipati Dolken dan Della Dartyan dan menjadi debut panjang pertama dari Jason Iskandar, sutradara yang sebelumnya telah banyak berprestasi di sirkuit film pendek.

Pemilihan Jason Iskandar sebagai sutradara dan Florence Giovani sebagai produser dari Studio Antelope yang merupakan sineas muda potensial adalah usaha BASE Entertainment untuk memberikan jalan bagi generasi baru untuk bersinar di industri perfilman Indonesia. 

Shanty Harmayn selaku produser dari BASE Entertainment menjelaskan, perfilman Indonesia membutuhkan bakat segar yang dapat memperkaya penceritaan. Jason adalah salah satu anak muda yang sejak usia remaja sudah berprestasi baik di kancah film pendek nasional maupun internasional.

Film-film pendek Jason Iskandar yang sebelumnya masuk ke festival film berskala nasional maupun internasional adalah, “Territorial Pissings” (2010) mendapatkan Best Film - Jogja - NETPAC Asian Film Festival, lalu “Seserahan” (2014) Official Selection-Singapore International Film Festival. 

Kemudian ada “The Day The Sky Roared (2018): Official Selection-Busan International Short Film Festival”. Film pendek “Elegi Melodi” (2018) juga menjadi nominasi pada Festival Film Indonesia.

Adipati Dolken berperan sebagai Timur, sedangkan Della Dartyan memerankan Mentari. “Sejak pertama kali menulis, yang sudah gue bayangin ya Adipati Dolken. Menurut gue Adipati punya semua layer yang dibutuhkan untuk karakter Timur di film ini. Dan setelah ngobrol pun gue ngelihat dia punya banyak memori dan energi yang sangat membantu membentuk karakter Timur,” ujar Jason Iskandar.

"Sedangkan mengenai Della, gue ingat waktu pertama kali ketemu dia, penampilannya sama persis dengan apa yang gue bayangin tentang Mentari. Pas ngobrol, sama seperti Adipati, dia punya banyak cerita, memori, dan energi yang gak cuma membantu membentuk karakter Mentari, tapi juga membantu kita mengolah cerita bareng-bareng,” tambah Jason.

Bagi Jason sejauh ini prosesnya sangat kolaboratif, semua menyumbang memori, energi, dan cerita untuk kita olah bareng-bareng. "Itu sih yang paling menyenangkan, gue ngerasa mereka tulus untuk menjadi karakter dan menceritakan cerita film ini," ujarnya lagi.

Idenya sendiri, kata Jason, datang 2 minggu sebelum menikah. Waktu itu ia sedang parno-parnonya dengan sesuatu yang terjadi sebelum hari H pernikahan. "Terus gue mikir, kalau gue meninggal sebelum menikah, apa gue bisa ketemu pasangan gue di akhirat, apa kita masih akan kenal satu sama lain di akhirat nanti, dan banyak pertanyaan lainnya," papar Jason.

"Pas honeymoon, ide ini semakin ‘mengganggu’ dan akhirnya gue mutusin untuk mulai nyorat-nyoret cerita awal film Akhirat ini. Selama proses development, gue jadi ngulik dan ngeksplor relationship gue dan istri gue, Florence (yang juga adalah produser film ini). Dan ternyata ada banyak hal yang selama ini tersembunyi dan belum gue sadarin, jadi keluar ke permukaan karena development cerita ini. So, it’s a very personal story,” tambahnya.

“Akhirat - A Love Story” sendiri, adalah kisah fantasy romance tentang Timur, seorang akuntan muda yang jatuh cinta kepada Mentari, seorang seniman berjiwa bebas. Dengan perbedaan yang mereka punyai, mereka tetap teguh untuk bersama. Tapi lalu tragedi melanda, Timur dan Mentari mengalami kecelakaan mobil yang membuat mereka koma. 

Di dalam ketiadaan tersebut, mereka menemukan diri berada di persimpangan di antara alam manusia dan alam baka. Tak ingin dipisahkan, Timur dan Mentari kini menjelajahi ruang antar dunia akhirat dan bertemu dengan jiwa-jiwa lain yang juga memilih nasib yang sama. Akankah cinta mereka kekal dan mereka dapat kembali ke dunia?

Produksi “Akhirat-A Love Story” akan dilakukan di bulan September dengan mematuhi protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah. Film diharapkan dapat tayang di Bioskop pada semester pertama 2021.

SHARE