Kuantitas Sperma Rendah Bisa Sebabkan Penyakit? - Male Indonesia
Kuantitas Sperma Rendah Bisa Sebabkan Penyakit?
MALE ID | Sex & Health

Memiliki jumlah sperma rendah tentu menjadi momok bagi kaum adam. Pasalnya, hal itu menandakan bahwa mereka gagal sebagai pria dan tidak mampu berkontribusi dalam menghasilkan keturunan.

Male IndonesiaPhoto by Josefin on Unsplash

Akan tetapi, mempunyai jumlah sperma rendah atau terlalu sedikit bukan cuma terbatas pada ketidaksuburan, melainkan juga dapat membuat pria berisiko tinggi terpapar penyakit. Benarkah demikian?

Betul sekali. Begitulah hasil sebuah penelitian yang dilansir dari Healthside. Menurut para peneliti, jumlah air mani pria adalah penanda evaluasi kesehatan dan kesuburannya secara umum. Dimana memberi mereka kesempatan untuk penilaian kesehatan dan pencegahan penyakit.

Menurut Alberto Ferlin selaku Profesor di Universitas Brescia, Italia sekaligus penulis utama penelitian, hasil riset jelas menunjukkan bahwa rendahnya jumlah sperma sangat erat kaitannya dengan perubahan metabolisme. Termasuk meningkatkan risiko kardiovaskular dan massa tulang yang minim.

“Pria infertil cenderung memiliki masalah kesehatan atau faktor risiko lain yang berpotensi mengganggu kualitas dan mempersingkat hidup mereka,” ujar Alberto.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti memelajari sebanyak 5.177 pria dari pasangan yang tidak subur. Semuanya memiliki analisis sperma sebagai bagian dari evaluasi kesehatan menyeluruh, termasuk pengukuran hormon reproduksi dan parameter metabolik mereka.

Kemudian, para peneliti menemukan sekitar 50% responden memiliki jumlah sperma rendah. Mereka 1,2 kali lebih rentan terkena risiko lemak tubuh lebih besar, tekanan darah tinggi, penurunan kolesterol baik (HDL), peningkatan kolesterol jahat (LDL) serta trigliserida dibandingkan pria dengan jumlah sperma normal.

Selain itu, penderita sperma rendah disinyalir mempunyai frekuensi sindrom metabolik lebih tinggi. Dan ini turut meningkatkan kemungkinan penyakit diabetes, jantung dan stroke, sebagaimana dijelaskan para peneliti.

Masalah lain yang dapat menyebabkan diabetes seperti ukuran resistensi insulin juga lebih tinggi pada pria dengan jumlah sperma rendah. Belum lagi peningkatan risiko hipogonadisme atau kadar testosteron rendah sebesar 12 kali lipat pada 50% responden tadi.

Alhasil, mereka yang kadar testosteron-nya rendah mempunyai penyakit osteoporosis atau gejala awal osteoporosis seperti ditemukan pada pemindaian kepadatan tulang. Temuan ini menunjukkan, bahwa jumlah sperma terlalu sedikit erat kaitannya dengan ukuran kesehatan kardiometabolik yang sangat buruk.

SHARE