Mengenal Tipe Emotional Blackmail dalam Hubungan - Male Indonesia
Mengenal Tipe Emotional Blackmail dalam Hubungan
MALE ID | Relationships

Istilah Emotional Blackmail pertama kali dipopulerkan oleh seorang psikoterapis, penulis dan pengajar bernama Dr. Susan Forward. Pada 1997 ia bersama rekannya Donna Frazier meluncurkan sebuah buku berjudul Emotional Blackmail: When the People in Your Life Use Fear, Obligation and Guilt to Manipulate You.

Photo by Odonata Wellnesscenter from Pexels

Dalam istilah psikologi ketika seorang melakukan ancaman terhadap pasangannya atau seseorang yang dekat dengannya meggunakan berbagai hal bersifat personal- seperti mengancam akan bunuh diri, ia disebut sedang melakukan emotional blackmail, atau pemerasan emosional.

Dilansir dari Healthline, dalam bukunya, Dr. Susan Forward membeberkan konsep emotional blackmail untuk membantu orang memahami dan mengatasi tindakan pemerasan emosional yang juga dikategorikan sebagai tindakan manipulasi ini. 

Dalam konteks hubungan asmara, emotional blackmail bisa dijadikan indikasi sebagai pertanda bahwa hubungan yang Anda jalani adalah hubungan yang tidak sehat dan cenderung toxic. Masih menurut penjelasan Dr. Susan Forward, tindakan emotional blackmail bisa dibagi ke dalam 6 kategori.

Menuntut
Ciri-ciri pertama dari tindakan emotional blackmail menurut Dr. Susan Forward adalah memberikan tuntutan. Misalnya dalam hubungan asmara, pasangan mulai melakukan tuntutan atau permintaan dalam bahasa yang cukup langsung. 

Misalnya, “Menurut aku kamu tidak usah lagi dekat lagi dengan sahabat wanita kamu di tongkrongan itu.” Atau hal ini juga bisa disampaikan melalui bahasa yang lebih tidak langsung. Misalnya, “Aku lihat si A kayanya suka memanfaatkan kamu, mungkin kamu ngga usah sering-sering lagi bantuin dia.”

Mungkin terkesan bahwa apa yang dia katakan seakan menunjukkan kepedulian pada Anda, tapi sebetulnya ini masih dapat dikategorikan sebagai cara untuk mengontrol pilihan Anda dalam hidup.

Perlawanan
Hal ini akan terlihat jika Anda berusaha untuk tidak memenuhi tuntutan dari pasangan. Jika ini terjadi biasanya mereka akan mendorong balik atau melakukan perlawanan sambil berusaha untuk terus meyakinkan Anda bahwa apa yang mereka minta itu adalah sesuatu yang penting.

Menekan
Dalam sebuah hubungan yang sehat, adalah hal yang wajar dan normal jika mengungkapkan kebutuhan dan keinginan terhadap pasangan. Namun tentu tidak semua tuntutan tersebut bisa dipenuhi oleh pasangan, atau sebaliknya jika yang dituntut untuk sesuatu hal.

Selain itu, dalam hubungan yang sehat, jika satu pihak tidak dapat memenuhi tuntutan tersebut, pasangan tentu tidak akan memaksa, atau jika memang sangat menginginkan maka akan dicari solusi bersama-sama. Namun bagi pelaku emotional blackmail hal ini tidak berlaku. Mereka akan terus memaksa dan menekan agar permintaan tersebut tidak dipenuhi. 

Mengancam
Perilaku emotional blackmail bisa melibatkan ancaman, baik ancaman langsung atau tidak langsung. Misalnya, “Kalau kamu masih pergi sama teman-temanmu malam ini, enggak usah menghubungi aku lagi.” Atau, “Kalau kamu enggak mau menemani aku malam ini, mungkin aku akan panggil si A saja.”

Menyerah atau Mengalah
Jika Anda sedang mengalami ancaman dari pasangan, tentu hal pertama yang Anda inginkan bahwa ancaman tersebut tidak jadi nyata. Sehingga Anda cenderung untuk menyerah dan memenuhi keinginan mereka.

Tindakan menyerah ini bisa terjadi ketika Anda mulai letih dengan berbagai tekanan dan ancaman. Ketika menyerah, keadaan mungkin akan berubah menjadi keadaan yang tenang. Pasangan mendapatkan apa yang mereka inginkan dan berubah menjadi sangat baik dan penyayang. Namun itu biasanya hanya berlangsung sesaat saja.

Pengulangan
Seperti disebutkan sebelumnya, ada saat di mana Anda akan menyerah pada tuntutan dan tekanan dari pasangan. Anda akan belajar bahwa lebih mudah untuk memenuhi permintaan pasangan dibanding harus menghadapi tuntutan dan ancaman yang melelahkan. JIka Anda sudah melakukan ini, ada kemungkinan pasangan akan menjadikan ini sebagai senjata, dan melakukan taktik yang sama untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

SHARE