Hindari Nafas Bau Karena Sering Pakai Masker - Male Indonesia
Hindari Nafas Bau Karena Sering Pakai Masker
MALE ID | Looks

Penggunaan masker ketika keluar rumah adalah hal yang diharuskan untuk saat ini. Hal itu dilakukan sebagai upaya pencehagan penyebaran Covid-19 atau virus corona. Akan tetapi, ada hal yang justru perlu diperhatikan, yakni soal bau nafas.

Photo by Lucian Petronel Potlog from Pexels

Sebuah fakta yang diterbitkan di Amerika Serikat menjelaskan bahwa penggunaan masker meningkatkan ketidakharuman napas. Ini terlihat dari data jajak pendapat Onepoll yang dipimpin Dr. Squatch, dari 3.000 orang di Amerika Serikat, 81 persen mengaku bau mulutnya semakin buruk.

Karena itu, hampir seperempat koresponden mengaku benar-benar tidak bisa mentolelir aroma napas pasangan mereka. Efeknya, 75 persen dari mereka tidak mencium pasangan saat bangun tidur. Bahkan, jajak pendapat ini pun menganalisis fakta bahwa pandemi dan penggunaan masker membuat 57 persen masyarakat semakin 'aware' dengan bau mulut.

Menurut laporan New York Post, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana orang melakukan rutinitas menyikat gigi pagi dan malam hari dan melihat kekhawatiran mereka terkait bau mulut. Didapati fakta bahwa lebih dari setengah (52 persen) responden mengkhawatirkan bau mulut karena mereka tidak ingin dianggap "kotor".

Lalu, 41 persen lainnya mengatakan mereka khawatir tentang bau mulut karena mereka tidak ingin dianggap tidak menarik, sementara 36 persen khawatir bahwa bau mulut dapat membuat orang berhenti menganggapnya serius.

Terdapat catatan di penelitian ini yaitu apa yang terjadi merupakan kesalahan mereka (orang Amerika) sendiri, karena 35 persen orang Amerika yang disurvei mengakui bahwa mereka tidak menyikat gigi dua kali sehari. Dari data itu juga diketahui, hampir satu dari 10 orang mengatakan mereka bahkan tidak menyikat gigi sekali dalam sehari.

Bagi banyak orang, menyikat gigi adalah tugas penting. Ya, di pagi hari, 79 persen mengatakan mereka harus menyikat gigi, jika tidak, mereka akan merasa tidak enak sepanjang hari. Lebih lanjut, rata-rata responden mengatakan mereka hanya bisa pergi 14 menit setelah mereka bangun dengan gigi yang belum disikat sebelum mereka mulai merasa menjijikkan.

"Meskipun orang sangat yakin bahwa menyikat gigi adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari, terlihat jelas bahwa ada ruang besar untuk peningkatan dalam pengalaman tersebut," kata juru bicara Dr. Squatch.

"Kami ingin meningkatkan kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari dan membiasakan masyarakat berpikir bahwa menyikat gigi menjadi bagian yang menarik dari rutinitas pagi dan malam yang sehat mereka," sambungnya.

Di sisi lain, ada 63 persen responden yang mengaku jika mereka tidak menyikat gigi di malam hari, mereka tidak akan bisa tidur nyenyak. Perlu Anda catat, menyikat gigi pada malam hari juga dapat mengendurkan niat Anda untuk nyemil tengah malam. Ini dibuktikan oleh 63 persen koresponden yang mempercayai hal tersebut.

SHARE