Hukuman Pidana Mengerikan yang Pernah Terjadi - Male Indonesia
Hukuman Pidana Mengerikan yang Pernah Terjadi
MALE ID | Story

Hukuman sadis yang dijatuhkan kepada pelaku kejahatan saat ini masih dapat Anda temui penerapannya di sejumlah negara. Tidak tanggung-tanggung, para pelaku diganjar berupa dipotong bagian tubuhnya sampai hukuman mati. Terlepas dari hal itu, hukuman sadis yang dipraktikkan pada zaman dahulu rupanya jauh lebih mengerikan. Benarkah demikian?

Male IndonesiaPhoto:Unsplash.com

Anda tentu pernah mendengar alat bernama Guillotine. Alat ini merupakan salah satu alat untuk memenggal kepala seseorang yang terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman mati. Terkesan sangat keji, namun faktanya sejumlah negara di benua biru telah memanfaatkan guillotine dalam waktu lama.

Pada tahun 1964, Parlemen Inggris resmi menghapus hukuman mati. Peter Allen serta Gwynne Evans menjadi dua orang terakhir yang dijatuhi hukuman gantung. Negara-negara lain di Eropa lambat laun juga mengikuti langkah Inggris dengan menghapuskan hukuman sadis di kemudian hari.

Meski praktiknya telah dihentikan, ada baiknya kita mengetahui apa saja hukuman sadis yang pernah tercatat sejarah. Berikut penjelasannya.

Diinjak gajah

Gajah adalah mamalia terbesar di daratan bumi. Maka Anda bisa membayangkan, apa yang akan terjadi bila hewan bergading ini menginjak tubuh manusia. Para gajah dilatih membunuh dan menyiksa tahanan sampai mati. Metode keji tersebut sempat populer di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan, sebelum akhirnya dihentikan pada awal abad 19.

Ditembak meriam

Pada akhir abad 18, negeri Ratu Elizabeth Inggris menerapkan hukuman kejam kepada para tahanan. Mereka ditempatkan satu demi satu persis di moncong meriam, kemudian ditembak. Tak ayal tubuh sang tahanan langsung hancur berkeping-keping.

The blood eagle

Para algojo membelah punggung para tahanan dengan sebilah pisau. Setelah itu, tulang rusuknya dipatahkan menggunakan kapak dan paru-parunya dikeluarkan dari dalam tubuh mereka. So cruel.

Direbus

Penerapan metode ini berupa melempar tahanan ke dalam kuali yang mendidih. Mereka direbus sampai mati. Pemerintahan Henry VIII memberlakukan hukuman tersebut kepada para pelaku pembunuhan.

Digergaji

Masyarakat Persia Kuno zaman dahulu sempat memberikan hukuman mati melalui cara seperti ini. Dimulai dari menggantung tahanan secara terbalik, kemudian memotong tubuh tahanan tepat di selangkangannya. Unsur penyiksaan dalam hukuman tersebut sangatlah tinggi. Pasalnya, sang tahanan masih bisa bernapas sebelum akhirnya tewas.

Lingchi

Dari namanya saja sudah bisa ditebak, di negeri mana praktik hukuman ini diberlakukan. Pemerintah Cina mengikat tahanan serta memotong anggota tubuhnya sampai tahanan meninggal. Pada awal abad 19 metode ini resmi dilarang.

Ditarik kuda

Di masa Holy Roman Empire, setiap pelaku kejahatan diikat di bagian kedua tangan dan kakinya. Tali yang mengikat tubuh ‘korban’ disambungkan ke empat ekor kuda, dimana kuda-kuda ini berlari dari empat sudut mata angin berbeda. Anda tahu apa yang berikutnya terjadi? Seluruh anggota badan tahanan tersebut terkoyak.

SHARE