Saling Melengkapi atau Setara, Mana Lebih Baik? - Male Indonesia
Saling Melengkapi atau Setara, Mana Lebih Baik?
MALE ID | Relationships

Setiap pasangan memiliki gagasan tentang apa yang disebut adil. Pasangan sering kali menginginkan kemitraan yang "setara", tetapi seperti apa sebenarnya itu tergantung pada pasangan yang bersangkutan.

Photo by Joshua Chun on Unsplash

Menurut terapis pasangan Elizabeth Earnshaw, LMFT, saat ini pasangan biasanya termasuk dalam salah satu dari dua kategori, komplementer atau simetris. Anda termasuk yang mana? Mengutip laman Mindbodygreen, inilah maksud dari keduanya.

Hubungan Komplementer (Melengkapi)
Hubungan komplementer terlihat seperti apa yang secara historis dianggap lebih tradisional untuk pasangan. Menurut Earnshaw, hubungan yang saling melengkapi adalah hubungan di mana satu orang melakukan X dan yang lainnya melakukan Y. 

Pasangan membagi tanggung jawab sedemikian rupa sehingga setiap orang bertanggung jawab atas aspek berbeda dari kehidupan bersama mereka bersama. Misalnya, dalam hubungan heteroseksual tradisional, pria yang akan membayar tagihan makan malam, sedangkan wanita menjadi sosok yang dimanjakan yang kemudian dapat membawakan masakannya untuk sang pria kala kencan di rumah.

Hubungan Simetris (Setara)
Dalam hubungan simetris, penekanan dan kepentingan ditempatkan pada upaya yang sama dari kedua mitra di semua bidang, berlawanan dengan setiap orang melakukan sesuatu untuk melengkapi yang lain.

"Ini berarti bahwa kedua orang tersebut memutuskan untuk menjalin hubungan di mana setiap orang memiliki peran yang sama," jelas Earnshaw. "Kedua pasangan setuju untuk membayar tagihan makan malah masing-masing."

Apakah Ada yang Lebih Baik dari Keduanya?
Menurut Earnshaw, tidak ada yang lebih sehat dari yang lain. "Tidak ada yang lebih baik dari kedua hubungan tersebut," katanya. "Hubungan yang berhasil dapat dibuat dari kedua hubungan yang saling melengkapi dan simetris selama kedua orang dalam hubungan tersebut benar-benar setuju tentang pengaturan atau kesepakatan bersama."

Masalah muncul, katanya, ketika pasangan mengira mereka mengalami satu jenis hubungan, ketika kenyataannya berbeda, atau ketika mereka tidak dapat menyetujui apa yang mereka inginkan.

"Banyak pasangan 'modern' bercita-cita berada dalam hubungan yang simetris, di mana setiap orang melakukan sebagian besar pekerjaan dengan setara," jelasnya. Namun, karena pengondisian dan kurangnya percakapan eksplisit, mereka akan sering berakhir dalam hubungan yang saling melengkapi. 

Ketika ini terjadi, dapat menyebabkan kebencian dan kebingungan. "Hal yang sama terjadi pada pasangan yang menyatakan mereka menginginkan hubungan yang saling melengkapi, ketika dalam Faktanya, satu orang benar-benar menginginkan hubungan yang lebih simetris," jelas Ewarnshaw.

SHARE