Mengenal Russell Kirsch, Penemu Piksel Pertama - Male Indonesia
Mengenal Russell Kirsch, Penemu Piksel Pertama
MALE ID | Digital Life

Russell Kirsch merupakan ilmuwan komputer pertama yang menciptakan teknologi pencitraan gambar. Sebagaimana yang pernah tertulis dalam artikel Science News 2010 tentang Kirsch, temuan itu kini menjadi cikal bakal atau dasar penentu dari teknologi modern seperti satelit pencitraan, CT scan, virtual reality (VR), dan Facebook.

Photo: Tantek/Wikipedia

Dalam laman Oregonlive, Kirsch mengakui bahwa menemukan piksel persegi adalah ide yang buruk. Titik persegi membuat gambar menjadi kabur. "Saya memulai dengan ide yang buruk," kata Kirsch, "dan ide buruk itu bertahan."

Kendati hal itu diakuinya sendiri, tapi hanya sedikit yang memikirkan tentang penciptaan piksel oleh penduduk Portland saat itu. Sebaliknya, mereka terpesona dengan apa yang dihasilkan piksel pertama, 50 tahun lalu. Gambar digital pertama di dunia hadir.

Berukuran 176 piksel di setiap sisi, gambar itu adalah fotokopi dari bayi laki-laki Kirsch, sebuah pencapaian yang dicatat oleh Life dalam bukunya "100 Foto yang Mengubah Dunia". Saat ini, gambar digital asli Kirsch tergantung di Museum Seni Portland, tak jauh dari rumah West Hills yang nyaman tempat Kirsch mempertahankan kantornya. Salinan gambar itu tergantung di dekat meja bawah rumahnya.

Kirsch pertama kali membuat teknologi piksel pada 1957 kala ia berusia 27. Meski muda, saat itu ia sudah bekerja di Biro Standar Nasional atau sekarang dikenal sebagai Institut Standar dan Teknologi Nasional. Ia mengabdikan dirinya selama 50 tahun.

Dilansir Frederick News Post, ia menjadi satu dari segelintir orang yang memiliki wewenang untuk menjalankan Standard Electronic Automatic Computer (SEAC), yakni komputer yang dapat diprogram pertama di Amerika Serikat. Itulah menjadi awal mula di mana piksel diciptakan.

Photo: Ktr101/Wikipedia

SEAC pada dasarnya digunakan untuk penghitungan jaminan Sosial, logistik Angkatan Udara, dan penghitungan terkait dengan bom hidrogen. Namun Kirsch justru memilih untuk menggunakannya sebagai alat uji coba pemindai foto.

Percobaan pertamanya itu menggunakan foto hitam putih dari putranya yang bernama Walden, kini foto itu dinobatkan sebagai “100 Foto yang Mengubah Dunia” oleh majalah Life pada tahun 2003.

Ada banyak data yang dimiliki foto dibandingkan yang dapat ditangkap oleh komputer saat itu. Foto Walden kala itu berubah menjadi gambar berukuran 176 x 176 piksel atau setara kurang dari 31.000 piksel. Kini bahkan iPhone 11 dapat menangkap sekitar 12 juta piksel untuk satu gambar.

Teknologi ini memang pada awalnya tampak sederhana. Bahkan Kirsch menggunakan piksel berbentuk persegi yang membuatnya tampak tidak begitu nyata. Menurutnya hal ini menjadi sesuatu yang logis untuk dilakukan, namun cukup disayangkan. Kariernya dalam membuat piksel berlangsung cukup lama.

Dilansir Peta Pixel, pada usia 81 Kirsch kembali mengerjakan teknologi tersebut dan menciptakan area 6 x 6 piksel. Ia juga menciptakan piksel berbentuk variabel yang jauh lebih halus dibandingkan sebelumnya. Menjadikan hal itu kini sebagai warisan yang mendukung pengambilan foto setiap harinya.

SHARE