Lakukan Ini Untuk Bantu Penderita Serangan Panik - Male Indonesia
Lakukan Ini Untuk Bantu Penderita Serangan Panik
MALE ID | Sex & Health

Serangan panik sebenarnya dapat diobati hingga mencapai kesembuhan total asalkan segera ditangani. Dalam psikologi, serangan panik (panic attack) adalah munculnya rasa takut atau gelisah berlebihan secara tiba-tiba. Kondisi yang juga disebut dengan serangan kegelisahan ini ditandai berupa detak jantung yang bertambah cepat, napas menjadi pendek, pusing, otot menjadi tegang, atau gemetar. Serangan panik bisa berlangsung selama beberapa menit atau sampai setengah jam.

Male IndonesiaPhoto:Pexels.com

Serangan panik bisa dialami sesekali dalam hidup, yang biasanya menghilang saat keadaan atau situasi pemicunya berakhir. Namun jika serangan panik terjadi secara berulang dan untuk jangka waktu yang lama, maka kondisi ini disebut gangguan panik.

Jika seseorang merasa ketakutan terus-menerus, dilansir dari medical news today, maka komplikasi yang dapat timbul adalah munculnya fobia atau takut akan suatu hal,
tidak mau bersosialisasi, timbulnya masalah di kantor atau di lingkungan sekitar,
terjerumus ke dalam masalah keuangan, kecanduan minuman keras atau narkoba, depresi, hingga keinginan untuk bunuh diri.

Serangan panik tidak bisa diprediksi kapan terjadi karena alasan yang berbeda. Dapat terjadi ketika seseorang sedang santai atau bahkan tertidur. Jika suatu ketika Anda menemukan seseorang yang Anda kenal mengalami serangan panik, ada beberapa langkah sederhana namun tetap hati-hati untuk membantunya.

Menghitung Sampai 10
Mula-mula, Anda minta orang itu duduk di kursi dengan kaki di lantai lalu menghitung sampai 10. Menghitung dari 1 hingga 10 atau melakukan perhitungan matematika sederhana bisa memberikan sesuatu yang lain untuk dikonsentrasikan bagi penderita kepanikan.


Aman Bersama Anda
Gejala serangan panik biasanya mencapai intensitas puncak dalam 10 menit. Jadi penting bagi Anda untuk bertindak cepat membantu orang itu untuk meringankan gejala tersebut. Bantu orang itu memahami bahwa Anda ada di sana untuk membantu dirinya. Yakinkan dirinya sedang berada di tempat yang aman bersama Anda dan beri semangat dia mampu melewati semua hal itu. Ingatkan dia bahwa serangan panik hanya sementara.

Percakapan dan Pernapasan
Lakukan percakapan yang ramah dan tidak menghakimi. Alihkan pikirannya dengan membicarakan hal-hal yang disukai atau membuatnya merasa nyaman, seperti hobi atau cerita orang-orang baik menurut dia. Terlibat dalam percakapan bisa mengalihkan perhatian dari gejala ekstrem akibat panik dan bakan membantu orang tersebut mengatur pernapasannya. Anda bisa bertanya padanya tentang hari apa saat itu, dengan siapa saja dia melewati hari selama seminggu ini dan di mana saja dia berada.

Ketika seseorang mengalami serangan panik, penting baginya mengendalikan pernapasannya. Jangan berikan kantong kertas untuk dia hirup dan dihembuskan, karena ini bisa membuatnya pingsan. Lebih baik perhatikan kondisinya untuk bisa kembali bernafas secara normal.

Selain itu juga ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan ketika membantu seseorang yang terserang panik karena dikhawatirkan berdampak tidak baik. Antara lain, Anda jangan mengatakan “tenang” kepadanya. Walaupun seseorang yang terserang panik penting untuk tetap berbicara, namun kata-kata "tenang", “jangan khawatir” atau “cobalah untuk santai” terkadang malah membuat kondisinya lebih buruk.

Justru Anda yang harus tetap tenang dan tunjukan empati Anda agar orang tersebut secara perlahan bisa menguasai dirinya. Tidak ada langkah pencegahan khusus terhadap serangan dan gangguan panik, selain kesadaran diri si penderita untuk segera mengatasinya sebelum kondisi tersebut bertambah parah dan mengganggu kehidupannya.

SHARE