Indikasi Ini Buktikan Anda Salah Pilih Pasangan - Male Indonesia
Indikasi Ini Buktikan Anda Salah Pilih Pasangan
MALE ID | Relationships

Anda mungkin sedikit memiliki kebiasaan buruk, namun sehat secara psikologis dengan penampilan yang bagus. Meski demikian, ketika membina hubungan dengan pasangan, pertengkaran bisa saja terjadi. Kemudian Anda mencoba memperbaikinya agar pertengkaran itu tidak berkepanjangan dan merusak hubungan.

Male IndonesiaPhoto:Pexels.com

Jika Anda sedang menjalin hubungan dengan seseorang, dilansir dari brightside,
perhatikanlah kepribadiannya apakah seperti di bawah ini. Beberapa indikasi berikut ini bisa menjadi bukti bahwa Anda telah salah memilih pacar untuk masa depan Anda.

Tingkat Kecerdasan Emosi
Kecerdasan emosional (emotional quotient, disingkat EQ) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. Dalam hal ini, emosi mengacu pada perasaan terhadap informasi akan suatu hubungan.

Mereka dengan tingkat EQ rendah akan sulit untuk menerapkan hubungan baik dan berempati dengan orang-orang terdekat mereka. Mereka juga sulit mengatasi situasi saat emosinya sedang tinggi dan tidak bisa mengendalikan perasaan mereka sendiri.
Mereka tidak mampu memahami situasi orang lain dan tak mau menerima kesalahan yang telah dilakukannya.


Jika Anda punya pacar seperti itu maka Anda tidak akan nyaman. Anda akan selalu menunggu empati dan pengertian dari pasangan, sementara si dia hanya berperasaan menurut sudut pandangnya saja.

Untuk mendeteksi seseorang dengan EQ rendah, perhatikan reaksi dia terhadap lingkungannya. Orang-orang seperti ini mudah tersinggung ketika mereka diminta untuk membagikan kesenangan. Mereka juga suka menilai dan memberikan saran yang tidak diminta dan tidak tahu cara mendengarkan, apalagi mendengar perkataan Anda.

Privasi Anda Diabaikan
Bila Anda sedang mengisi waktu luang bersama teman-teman Anda, pasangan Anda menjadi kesal karena Anda dianggap sibuk dengan rencana Anda sendiri. Jika pasangan Anda tidak tahu bagaimana membuat nyaman dirinya sendiri atau dia tidak memiliki hobi, maka dia akan sering membatasi kebebasan Anda.

Dia akan mencoba mengalihkan minat dan selera Anda. Bahkan jika Anda tidak menginginkannya, dia akan memiliki alasan lain agar tetap berada di dekat Anda. Mungkin Anda akan merasa tersanjung dan bahagia selama minggu-minggu pertama hubungan Anda karena Anda merasa seperti diperhatikannya. Tetapi selanjutnya hari demi hari Anda akan terkekang oleh cinta seperti itu.

Masalah Anda Bukan Masalah Dia
Ketika Anda membutuhkan bantuan, Anda harus menghadapinya sendiri. Tetapi jika pasangan Anda membutuhkan bantuan, dia akan tersinggung jika Anda menolak untuk membantunya.

Anda terpaksa membatalkan rencana Anda ketika dia menelpon membutuhkan bantuan Anda.
Dia berharap masalahnya adalah masalah Anda juga, sementara masalah Anda tetap menjadi urusan Anda sendiri.

Ini berarti dia bukanlah mitra yang bisa diandalkan satu sama lain. Seseorang yang komitmen pada suatu hubungan semestinya akan melakukan yang terbaik untuk membuat pasangannya merasa bahagia.

Memprioritaskan Pekerjaan
Orang yang menyukai pekerjaannya, pantas dihormati dan dikagumi. Karena mereka siap bekerja siang dan malam atau bahkan menghabiskan akhir pekan mereka untuk menyelesaikan pekerjaan.

Namun memiliki pasangan yang selalu mengutamakan pekerjaan, akan membuat Anda sering merasa dibiarkan sendirian menjalani hubungan seperti itu. Anda akan jarang memiliki waktu yang tepat untuk berkencan dengannya.

Anda mungkin tidak ingin dianggap sebagai orang yang banyak bicara jika memberi nasihat mengenai kesibukan pekerjaannya. Sementara si dia pun tak menyadari bahwa dengan memprioritaskan pekerjaannya justru telah membuat hubungan Anda dengannya menjadi hambar.

SHARE