Fakta Baru, Anak Tunggal Rentan Selingkuh - Male Indonesia
Fakta Baru, Anak Tunggal Rentan Selingkuh
Sopan Sopian | Relationships

Percaya atau tidak, orang yang tak memiliki saudara (anak tunggal) di rumahnya diduga rawan selingkuh. Sebagai Anak tunggal, masih memiliki pandangan negatif terhadap kepribadiannya. Tak ayal wanita yang tidak memiliki adik dan kakak tidak sedikit memiliki sifat anak tunggal, yakni suka cari perhatian, egois, dan manja.

rawan selingkuh pixabay.com

Bahkan sebuah penelitian memperoleh fakta baru, bahwa anak tunggal rawan selingkuh. Artinya orang-orang yang tak memiliki saudara cenderung sering  gonta-ganti pasangan. Lalu pertanyaannya, apakah pasangan Anda merupakan seorang Anak tunggal di keluarganya? Hal itu mesti berhati-hati.

Penelitian yang dilakukan Illicit Encounters, sebuah situs kencan khusus yang ingin berselingkuh menyimpulkan bahwa sebanyak 34 persen dari pengguna adalah anak tunggal. Sementara 28 persen pengguna adalah anak pertama, dan 23 persen lainnya adalah anak bungsu.

Dari penelitian yang dilakukan, menyimpulkan bahwa predikat setia berada di tangan anak tengah. Penelitian itu mengungkapkan bahwa, mengapa anak tunggal lebih cenderung untuk berselingkuh, alasannya karena anak tunggal mengharapkan sebuah perhatian.

"Seperti diketahui, anak tunggal mengalami perasaan kesepian yang sangat besar saat masa kecil mereka, dan hal tersebut menghantui mereka di masa depan," demikian menurut juru bicara situs, Christian Grant.

Sehingga kekurangan perhatian tersebut memengaruhi pada kisah cintanya. Berdasarkan penelitian tersebut, berarti jika Anda seorang anak tunggal, tidak bisa untuk melakukan kisah cinta jarak jauh. Pasalnya, saat pasangan prianya pergi meski untuk bekerja atau berlibur beberapa hari, anak tunggal akan kembali merasa kurang perhatian yang ujung-ujungnya mencari pasangan baru. "Dan itu menjadi solusi jangka pendek paling sempurna," kata Grant.

Berbeda dengan anak tengah yang dikelilingi oleh orang tua dan saudara. Di mana mereka akan merasakan kasih sayang dari kakak, adik, bahkan orang tuanya. Mereka tak tumbuh dengan kebutuhan cinta dan perhatian yang sama, namun tetap nyaman dalam situasi kesendirian.

Selain itu, untuk orang yang memiliki saudara tiri kemungkinan akan membawa perasaan negatif. "Setelah melihat orangtua mereka tidak bahagia dengan pasangan tunggal, mudah untuk melihat mengapa mereka lebih rentan mengikuti jejak orangtua mereka," kata dia.

Nah, bagaimana menurut Anda. Apakah sebagai Anak tunggal membenarkan penelitian tersebut?

SHARE